Senin, 14 Januari 2019


INSIDEN tergelincirnya sebuah truk tronton pengangkut material proyek tol Serpong-Cinere yang menimpa bangunan SDN Bambu Apus 1 di Jalan Komplek Kemenag, Bambu Apus tak membuat pihak sekolah meliburkan para siswanya.

Pasalnya, aktivitas belajar siswa kelas 6A yang ruang kelasnya hancur tertimpa truk tersebut pun kemudian dialihkan menggunakan ruang yang lain.

"Kami fokus bagaimana kegiatan belajar mengajar tak terganggu . Alhamdulilah ada ruang lain sehingga anak-anak yang kelasnya rusak bisa dialihkan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Tangsel, Taryono saat meninjau lokasi, Senin (14/1).

Taryono pun menyebut pihaknya akan meminta pertanggungjawaban pihak kontraktor pelaksana proyek tol Serpong-Cinere atas insiden tersebut.

"Kami sedang melakukan kordinasi dengan pihak proyek untuk dilakukan perbaikan," terangnya.

Selain perbaikan fisik bangunan, pihaknya juga akan meminta pergantian kerugian material berupa beberapa perlengkapan dan alat ajar siswa yang ikut rusak.

"Tentu ada mebeuler juga. Dan kami akan melakukan klaim berupa fisik bangunan serta mebeuler dan lab komputer," jelasnya.

Dirinya pun berharap pihak pelaksana proyek segera memperbaiki dan memperlebar akses jalan menuju lokasi proyek pembangunan tol tersebut. Agar kejadian truk menimpa bangunan Sekolah tak kembali terulang.

"Kami berharap, karena ini akses jalan menuju proyek. Mohon pihak tol akses jalannya diperbaiki. Agar kemungkinan terjadinya musibah bisa dihindari," kata Taryono.

Sebelumnya,sebuah truk tronton bernomor polisi B 9788 KYM, tergelincir dan hilang kendali dan menimpa bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bambu Apus 1, Pamulang, Senin (14/1) dini hari.



Info dan foto: www.tangerangnews.com.
Editor: Adit.

0 komentar:

Posting Komentar