Jumat, 11 Januari 2019


SEBANYAK 40 hektare sawah di Desa Sinoman, Kecamatan Pati Kota, Jawa Tengah terendam banjir. Padahal, areal persawahan itu sudah waktunya untuk panen. Diperkirakan, kerugian mencapai Rp 240 juta.

Kepala Desa (Kades) Sinoman Triyono mengatakan, lahan sawah milik warga yang terendam banjir seluas 40 hektare. Biasanya, untuk satu hektare sawah biasa mendapatkan mendapatkan keuntungan Rp 6 juta.

“Banjir ini kemarin memang datang secara tiba-tiba. Karena, di desa kami sama sekali tidak terjadi hujan. Ini hanya banjir kiriman saja, tetapi imbasnya lahan persawahan gagal panen,” ungkapnya, Jumat (11/1).

Ia menjelaskan, banjir di Desa Sinoman terjadi lantaran tanggul sungai simo jebol, sehingga aliran air beralih ke areal persawahan dan masuk ke pemukiman warga. Selain itu, banyaknya sampah yang terbawa oleh arus air, juga menyebabkan sumbatan di sungai dan air meluap.

“Banjir pertama ini sampahnya memang banyak. Bahkan untuk sungai Simo yang bagian selatan, penuh dengan sampah yang terbawa oleh aliran air,” imbuhnya.

Dirinya menambahkan, hari ini akan mengerahkan warga sekitar untuk menambal tanggul yang jebol. Selain itu, pihaknya juga sudah meminta bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengirim alat berat agar proses pengerukan sampah yang menyumbat di sungai cepat selesai.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membantu menambal tanggul dan mengeruk sampah. Hari ini kami pastikan sudah selesai semua,” tutupnya.



Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Ibnu.

0 komentar:

Posting Komentar