Senin, 14 Januari 2019


SATUAN Reserse Narkoba (Satresnakorba) Polres Madiun Kota berhasil mengamankan R (25) warga Kelurahan/Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun karena terindikasi menggunakan dan menjual narkotika jenis sabu. R diamankan di Jalan Bali saat hendak melakukan transaksi dengan calon korban.

Kepala Sub Bagian Humas (Kasubbag) Humas Polres Madiun Kota, AKP Ida Royani mengatakan, kronologis penangkapannya saat itu tersangka hendak melayani pembelian sabu seberat 0,30 gram kepada calon korban. Oleh tersangka sabu tersebut dijual seharga Rp400 ribu. Berdasarkan keterangan tersangka kepada aparat kepolisian, sabu yang hendak dijual tidak diletakkan di rumahnya, tetapi diselipkan diatas pipa air PDAM di salah satu gang di Jalan Bali, Kota Madiun, Jawa Timur.                           
Naas, belum sempat menikmati hasil, R diamankan oleh aparat kepolisian. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan satu gulungan aluminium foil warna kuning. Setelah dibuka, didalamnya terdapat satu gulungan plastik klip berisi serbuk kristal diduga sabu. R mengaku nekat mengedarkan sabu, karena uang hasil penjualan jus buah setiap harinya dirasa kurang cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kalau menurut pengakuan tersangka dia sudah beberapa tahun yang lalu bermain di narkoba, selama ini pengakuannya hanya pemakai, tetapi dari hasil penyidikan beberapa kali (dia) menjual (sabu),” ungkap AKP Ida, Senin (14/1).

Lebih lanjut dikatakan, barang bukti yang diamankan petugas diantaranya sabu seberat 0,30 gram, uang Rp400 ribu serta satu unit handphone (Hp). Atas tindakannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun, maksimal 20 tahun penjara dan pidana denda minimal Rp1 Miliar dan maksimal Rp10 Miliar.

Tidak hanya itu, R juga terancam melanggar pasal 112 ayat (1) UU RI No.35/2009 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun maksimal 12 tahun penjara dan denda minimal Rp800 juta, maksimal Rp8 Miliar. Saat ini, tersangka beserta barang bukti diamankan petugas kepolisian, guna proses hukum lebih lanjut.

“Saat ditanya barangnya (Sabu) darimana, sementara belum ada pengakuan dari tersangka. Yang jelas antara tersangka dengan calon korban itu tidak saling kenal, mungkin tahunya lewat teman dan transaksinya lewat WhatsApp (WA),” tandasnya.



Info dan foto: www.rri.co.id.
Editor: Adit.

0 komentar:

Posting Komentar