Jumat, 04 Januari 2019


MISTERI kematian Mistoyo (45), warga Dusun Jandir, Desa Batang-batang Laok, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mulai terkuak. Di hadapan penyidik, istri Mistoyo, IS (inisial), mengakui telah meracuni suaminya.

"Saat menjalani pemeriksaan, di hadapan penyidik, istri korban mengakui memang telah membubuhkan racun dalam minuman suaminya," kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Moh. Heri, Kamis (3/1).

Kematian Mistoyo pada pertengahan Desember 2018 sempat menjadi perbincangan warga setempat. Mistoyo pertama kali ditemukan Hasiatun, anaknya, dalam kondisi kejang-kejang dan tidak sadarkan diri. Menurut keterangan istri korban, IS, Mistoyo baru saja menenggak minuman bersoda dicampur susu sachet dan telur yang dituangkan dalam sebuah gelas plastik.

Hosiatun yang melihat ayahnya kejang-kejang, langsung berteriak memanggil Haris, yang masih saudaranya. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Batang-batang menggunakan mobil milik Haris. Namun setelah mendapat perawatan sekitar 15 menit di Puskesmas, nyawa korban tidak tertolong. Korban pun meninggal di Puskesmas.

Sementara tiga saksi lain yakni Fawait, Syaiful, dan Purahya mengaku menemukan sebuah tas kresek hitam di WC belakang rumah korban. Setelah diambil, ternyata tas kresek itu berisi sebuah amplop putih. Dalam amplop itu terdapat bungkusan serbuk warna coklat.

Bungkus serbuk itu sudah terbuka, dengan bau yang sangat menyengat. Baunya persis dengan bau di gelas plastik yang digunakan Mistoyo minum susu soda. Saat sisa susu soda itu dicoba diminumkan pada ayam, hanya sekitar 3 menit berikutnya, ayam itu mati.

"Ternyata istri korban ini mengaku kalau dia yang membubuhkan racun ke susu soda yang diminum suaminya," ungkap Heri.

Sas sus yang beredar di masyarakat, IS tega meracun suaminya karena ada pria idaman lain (PIL). Diduga, IS yang tengah dimabuk asmara, lebih memilih hidup bersama pria selingkuhannya.

"Setelah kematian suaminya, IS memang berada di Polres. Tapi bukan ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, namun karena IS khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kalau dia tetap di rumahnya. Mangkanya dia ada di Polres," papar Heri.

Demi kepentingan penyidikan dan pengungkapan sebab kematian Mistoyo, aparat Polres Sumenep bersama tim laboratorium forensik Polda Jatim telah membongkar kuburan Mistoyo. Tim mengambil sampel bagian dari organ tubuh korban, untuk memastikan apakah ada racun yang masuk ke tubuhnya.

"Kalaupun ada, akan dicocokkan, apakah identik dengan serbuk racun yang ditemukan di TKP. Sampai saat ini, kami masih menunggu hasil pengecekan tim labfor. Penentuan status istri korban apakah menjadi tersangka dengan dugaan pembunuhan berencana atau seperti apa, juga harus menunggu hasil labfor," ucap Heri.



Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Dodo.

0 komentar:

Posting Komentar