Senin, 10 Desember 2018


DUA santiriwati Pondok Pesantren Asshomadiyah Dusun Peterongan, Desa Perorangan, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur tewas setelah tenggelam di Sungai Dalem, Minggu (9/12). Kedua korban baru ditemukan satu jam setelah tenggelam dan pihak kepolisian menduga jika korban tewas karena terpeleset.

Kapolsek Bangsal, AKP Suparmin mengatakan, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan korban selamat serta saksi mata, tidak ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut. "Kami sudah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi, baik korban selamat dan saksi mata lainnya," ungkapnya.

Masih kata Kapolsek, dari keterangan pihak ponpes diketahui jika Sungai yang berada di samping ponpes tersebut memang digunakan sehari-hari oleh para santri. Baik untuk mandi maupun mencuci. Keempatnya mandi di sungai saat pengasuh ponpes tidur,  pengasuh mengetahui ada yang tenggelam setelah ada yang berteriak.

"Satu santriwati ditemukan sudah tak bernyawa, tubuh korban mengambang dan tersangkut tanaman bambu yanh berjarak sekitar 2 meter dari titik tenggelamnya korban. Setengah jam kemudian, satu korban lain ditemukan di tepi sungai dengan kondisi tubuh korban juga tersangkut tanaman bambu sekitar 10 meter dari titik tenggelamnya," katanya.

Kapolsek menambahkan, sementara dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban. Tenggelamnya kedua santriwati tersebut murni kecelakaan. Diduga kedua korban terpeleset lalu terjatuh ke bagian sungai yang cukup dalam sehingga terseret dan tewas tenggelam.

"Pengasuh ponpes juga sudah membuat surat peryataan jika kematian dua santriwati ini murni musibah. Salah satu korban merupakan putri dari pengasuh pondok yang bernama Aura, sedangkan korban satu lagi yakni Naura merupakan santri di ponpes tersebut," jelasnya.



Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Adit.

0 komentar:

Posting Komentar