Jumat, 28 Desember 2018

TANGGUL terluar kolam penampungan lumpur di bekas area sumur Banjar Panji l milik Lapindo Brantas Inc titik P21 kawasan Desa Ketapang Kec. Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami keretakan sepanjang 200 meter.

Keretakan yang ada di tanggul lumpur tersebut terjadi saat musim hujan turun beberapa bulan yang lalu. "Sudah lama, kalau tidak salah saat musim penghujan," ucap Pranoto salah satu warga yang biasa mangkal di sekitar tanggul lumpur, Jum'at (28/12).

Keretakan itu sendiri terdapat di tanggul yang berada di sebelah barat semburan lumpur yang berbatasan lansung dengan rel kereta api dan Jalan Raya Porong lama.

Meski di sisi barat ada bronjong batu (penahan tanggul), dikhawatirkan retakan tersebut menjadi besar dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Humas Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) Hengki Listria Adi mengatakan bahwa terkait retakan yang ada tersebut, menurutnya tidak terlalu membahayakan. "Tidak masalah, Mas," terangnya.

Sementara di sisi lain, tepat di sebelah utara tanggul yang retak, terdapat air mengalir deras dari dalam tanggul lumpur melalui celah-celah bronjong batu, disebabkan karena pipa yang sudah tidak terpakai dicabut oleh petugas. "Sudah ditambal, tapi air dari dalam tanggul tinggi, lubang pun jebol," terangnya.

Menurutnya, dalam tahun 2018, sudah tiga kali tanggul mengalami kerusakan. Pertama di bulan Juli. Lumpur meluber ke saluran irigasi Desa Glagaharum. Kedua terjadi di bulan Oktober, tanggul di Gempolsari ambles karena tidak mampu menahan tekanan air dan yang ketiga di Ketapang ini.

"Setiap tahun selalu kami lakukan penguatan agar tanggul tidak jebol dan sudah kami petakan tanggul yang rawan jebol," pungkasnya.



Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Dodo.

0 komentar:

Posting Komentar