Senin, 03 Desember 2018


SELAIN rumah penduduk, dampak banjir bandang di wilayah Kecamatan Grobogan, Jawa Tengah, juga berimbas pada lembaga pendidikan. Akibat banjir bandang, sejumlah sekolahan tidak bisa dipakai untuk melangsungkan aktivitas belajar mengajar karena ruang kelasnya kebanjiran.

Kondisi ini menyebabkan pelaksanaan ulangan semester I tahun pelajaran 2018/2019 di beberapa sekolah dasar terpaksa ditunda. Pada hari ini, ulangan semester I diperuntukkan untuk dua mapel. Yakni, Tema I, Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.

Pada beberapa SD tampak para guru dan murid sedang membersihkan ruang kelas yang penuh endapan lumpur sisa banjir semalam. Beberapa guru lainnya tampak membersihkan halaman yang juga tertutup lumpur cukup tebal.

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Grobogan Djoko Muljono menyatakan, dari pendataan yang dilakukan, sedikitnya ada sembilan SD negeri yang terkena dampak parah akibat banjir bandang. Yakni, SDN 1, SDN 2, SDN 4, SDN 5 dan SDN 6 di Desa Putatsari. Kemudian, SDN 1 Grobogan, SDN 1 Teguhan, serta SDN 3 dan SDN 4 di Desa Tanggungharjo.

“Karena ada musibah banjir bandang, pelaksanaan ulangan semester I di SD tersebut pada hari ini, terpaksa ditunda. Setelah bersih-bersih, siswa dipulangkan,” katanya, Senin (3/12).

Selain SD, ada pula sejumlah SMP/MTS dan SMA yang aktivitas belajar mengajar terganggu. Dampak banjir menyebabkan halaman sekolahan masih terendam air namun tidak sampai masuk kelas.

Dampak banjir juga mengakibatkan kantor pemerintahan terkena imbas. Seperti di kantor Kecamatan dan Kelurahan Grobogan. Hingga menjelang siang, masih tampak aktivitas bersih-bersih lumpur yang menggenangi halaman kantor.



Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Adit.

0 komentar:

Posting Komentar