Kamis, 20 Desember 2018


MARTIN Marganda Sirait (25) terdakwa kasus pemerasan dan pengancaman (memalak) lima anak Sekolah Dasar (SD) yang hendak makan bakso di Taman Taman Teladan Jalan Dr GM Panggabean, terlihat ciut dan tak bisa membantah ketika dihadapakan dengan ke 4 saksi korban di ruang Cakra IV Pengadilan Negeri Medan Rabu (19/12) siang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Frans Affandi mengatakan perbuatan Martin tak bisa ditolerir. Terdakwa dinyatakan bersalah sebagaimana dalam dakwaan, melanggar pasal 368 ayat 1 KUHP Tentang pemerasan dengan ancaman.

Pada sisang itu Jaksa Penuntut Umum menghadirkan empat dari lima anak SD yang diperas Martin di Taman Teladan pada September 2018. Keempatnya yakni Muhammad Aldi Batubara, Muhammad Hardian,  M. Emirsyah R. Pardede,  Maulana Arya Yudha.

Di hadapan Hakim yang dipimpin Ferry Sormin, keempat anak SD ini mengaku dimintai uang sebesar Rp 5.000 per orang saat hendak membeli bakso di Taman Teladan. “Waktu itu malam minggu. Kami main ke Taman Teladan. Pas kami di taman itu om ini datang dan memanggil-manggil kami,” ucap Aldi.

“Lalu, bagaiman caranya dia mengompas kalian,” tanya hakim Ferry Sormin. “Hei , sini kalian dulu. Minta dulu uang kalian ,” ujar Aldi menirukan suara Martin.

Mereka sempat mengabaikan permintaan Martin dengan berpura-pura tidak mendengarnya. Namun, Martin marah karena merasa tidak dihargai sebagai preman setempat. “Gak kalian hargai orang memanggil ya, minta uang kalian untuk keamanan uang keamanan pemuda setempat (PS)”, ucap Aldi kembali menirukan suara Martin.

Tetapi mereka, tetap ngotot dengan menyebutkan bahwa tidak ada uang. Lantas, Martin terus memaksa dan meminta uang mereka masing-masing Rp 5000.

Dengan berat hati,  dan merasa rakut akhirnya mereka terpaksa merelakan uang yang niatnya akan membeli bakso itu diambil Martin.

Namun usai dipalak bocah yang masih lugu ini lantas memberanikan diri, mendatangi Polsek Medan Kota yang kebetulan tak jauh dengan taman Teladan dan mereka pun melaporkan peristiwa pemalakan yang dilakukan Martin.

Berdasarkan laporan itu, Polsek Medan Kota dengan sigap langsung ke lokasi dan mengamankan Martin yang lagi santai di Taman tersebut. Akibat perbuatannya Martin pun mendekam di penjara

Sidang yang terbilang unik ini menjadi perhatian pengunjung. Tak jarang pengunjung maupun Hakim senyum-senyum sendiri mendengar kesaksian lima pelajar SD yang tampak.masih polos saat memberikan keterangan.

Sebelum sidang ditutup, usai mendenar kesaksian ke 4 bocah tersebut, tak lama berselang majelis hakim menanyakan kebenaran keterangan saksi korban, kepada terdakwa, namun terdakwa menjawab dengan suara nyaris tak terdengar sembari menganggukkan kepalanya.



Info dan foto: www.topkota.com.
Editor: Ferry.

0 komentar:

Posting Komentar