Kamis, 20 Desember 2018


PENEMUAN jasad korban tsunami di Lamseunong, Kajhu, Aceh Besar terus bertambah. Hingga Rabu (19/12) petang, diperkirakan jumlah jenazah yang ditemukan sejumlah 40 kantung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ahmad Dadek mengatakan, jumlah kantung jenazah diperkirakan akan terus bertambah.  Satu unit alat berat juga telah dikerahkan ke lokasi penemuan untuk terus menggali.

Dadek menegaskan, lokasi penemuan jenazah adalah kuburan massal korban tsunami Aceh 2004 silam. Kuburan tersebut digali oleh para relawan yang mengevakuasi korban tsunami kala itu.

Menurutnya, kuburan tersebut tidak diketahui warga mengingat 85 % warga setempat menjadi korban tsunami sementara warga yang selamat telah mengungsi ke kampung lain.

"Daerah tersebut merupakan salah satu daerah terparah dampak gempa dan tsunami dan hanya sekitar 15% warga yang tersisa dan mengungsi ke daerah lain," ujarnya.

Menurut Dadek, seluruh jenazah yang ditemukan akan dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.

"Perangkat desa sekitar seluruh jenazah korban tsunami itu akan dikafankan dan akan dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang ada di Kajhu," ujarnya.

Sementara itu seorang warga, Muhammad Yahya (73 tahun) mengaku, lokasi penemuan jenazah tersebut awalnya adalah kebun kosong yang telah ditinggal oleh pemiliknya.

"Pemilik kebunnya sudah meninggal kemudian jadi milik anaknya," katanya.

Yahya tidak menyangka, jumlah jenazah yang ditemukan terus berambah.

"Saya tidak menyangka akan banyak sekali, awalnya cuma dua mayat," ujarnya.



Info dan foto: www.mediaaceh.co.
Editor: Ferry.

0 komentar:

Posting Komentar