Senin, 31 Desember 2018


PARA penjual terompet menjelang perayaan tahun baru 2019 di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, ternyata banyak yang gigit jari. Hal itu lantaran terompet dagangannya minim pembeli. Bahkan, sebagian dari mereka ada yang belum laku sama sekali.

Suwarno salah satu penjual terompet di sekitar Alun-alun Pati merasakan hal tersebut. Dirinya mengaku sudah beberap hari jualan, tetapi hanya ada beberapa pembeli. Bahkan dalam waktu satu hari, terkadang hanya ada satu pembeli.

“Tahun ini sepi, Mas. Tahun lalu juga sepi. Padahal, saya sudah bertahun-tahun jualan terompet, tapi dua tahun ini kondisinya memang sepi,” keluhnya saat ditemui, Senin (31/12).

Menurutnya, kondisi akan semakin sepi apabila pada saat pergantian tahun, ternyata kondisinya hujan. Jelas, itu akan sangat mempengaruhi hasil penjualan terompet.

Suwarno bercerita, pada malam pergantian tahun 2016 lalu, dirinya hanya mendapatkan keuntungan Rp 200 ribu. Itu menurun derastis apabila dibandingkan pada tahun 2014 dengan keuntungan hingga Rp 600 ribu .

“Pada malam tahun baru 2018 kemarin, keuntungan saya juga tidak seberapa, sekitar Rp 250 ribu,” imbuhnya.

Ditambahkan pula, rata-rata pembeli adalah anak-anak kecil, sehingga hasil penjualannya menurun derastis. Berbeda dengan tahun 2014, kalangan remaja masih banyak yang membeli terompet sehingga banyak keuntungan yang didapatkan.

“Kalau harapan saya, semoga nanti malam tidak turun hujan. Sehingga banyak terompet yang terjual,” tandasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Pardi, salah seorang penjual terompet di kawasan GOR Pesantenan Pati. Selama tiga tahun terakhir, hasil penjualan terompetnya terus mengalami penurunan. Bahkan, untuk perayaan tahun 2019 ini, dirinya mengaku mengurangi barang dagangannya.

“Dari pada nanti tidak terjual, mending bawa sidikit dulu. Kalau nanti terjual semua, baru ambil lagi dari rumah,” tutupnya.



Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Ferry.

0 komentar:

Posting Komentar