Rabu, 26 Desember 2018


SEBAGIAN jalanan di bantaran sungai Kedung Pane, tepatnya di Jalan Suradinaya Utara RT 02 RW 06 Pekiringan Kecamatan Kesambi Kota Cirebon, Jawa Barat mengalami amblas hingga kedalaman sekitar 20 cm. Akibatnya, akses masuk ke jalan tersebut hanya bisa dilalui oleh kendaraan sepeda motor.

Meskipun begitu, aktivitas warga tidak begitu terhambat. Sedangkan mobil yang biasa lewat jalan itu, harus melewati jalan memutar, demi menghindari jalan yang amblas tersebut.

Menurut salah satu warga, Rahmat (48), jalanan yang amblas ini sebenarnya sudah terjadi belum seminggu. Saat itu, kedalamannya tidak seperti sekarang. Namun, semakin ke sini semakin dalam saja amblasnya.

“Takut ada korban, makanya saya beri tanda kalau mobil dilarang masuk. Kalau motor masih boleh,” jelasnya saat ditemui awak media, Rabu (26/12).

Rahmat melanjutkan, amblasnya jalanan yang terbuat dari paving blok ini, diakibatkan oleh permukaan tanah yang kurang padat. Karena, tanah tersebut merupakan tanah urugan hasil dari pengerukan sungai untuk normalisasi.

“Sungai Kedung Pane pernah dikeruk buat normalisasi menghadapi banjir,” jelasnya.

Hal senada pun diungkapkan oleh Kepala Seksi Infrastruktur Permukiman dan Persampahan DPUPR Kota Cirebon, Wadi. Sungai Kedung Pane yang merupakan sungai pembatas antara Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon, sempat dikeruk untuk normalisasi.

Kemudian, amblasnya jalanan berpaving blok tersebut memang diakibatkan kontur tanah yang kurang padat, karena bekas urugan hasil pengerukan sungai.

“Karena itu, kami memasang penahan agar tidak amblas terlalu dalam. Secepatnya besok akan kami perbaiki,” jelasnya.

Sedangkan untuk sandaran jalan di bantaran, lanjutnya, akan dikerjakan di anggaran tahun 2019. Dan akan diperbaiki sepanjang 30 meter di sekitar tanah yang amblas.

“Kita utamakan dulu jalanan yang biasa dipakai untuk warga,” pungkasnya.



Info dan foto: www.dejabar.id.
Editor: Adit.

0 komentar:

Posting Komentar