Rabu, 05 Desember 2018


BELAKANGAN banyak beredar modus penipuan melalui telepon. Pihak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen BC) Kementerian Keuangan pun minta masyarakat untuk waspada terhadap penipuan lewat telepon mengatasnamakan Beacukai.

Kepala Subdirekorat Komunikasi dan Publikasi Bea dan Cukai, Deni Surjantoro menceritakan modus penipuan melalui telepon yang paling banyak terjadi dan pelakunya mengatasnamakan petugas Beacukai.

Hasil yang diperoleh pihaknya dalam rekaman berdurasi 20 detik, pelaku dengan suara meyakinkan menginformasikan kepada korban yang di teleponnya mengenai adanya notifikasi peringatan pajak yang dijalankan selama ini.

Selain itu, pelaku secara acak dan mendapatkan nomor telepon importir dan eksportir memberitahukan mengenai barang mereka yang ditahan Beacukai. Lalu korbannya diwajibkan membayar sejumlah uang karena ada tagihan, denda pajak dan segala macam tagihan.

“Modusnya hampir sama. Selain barang yang ditahan, barang lelangan, denda pajak dan sebagainya yang buntutnya orang yang di telepon atau korbannya disuruh menstranfer uang ke rekening yang sudah disiapkan pelaku,” ujarnya.

Menurutnya Ditjen Bea dan Cukai telah beberapa kali mendapat laporan mengenai modus-modus penipuan seperti ini.

Oleh karenanya jika ada telepon mengatasnamakan Beacukai, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan jika ragu mengenai informasi itu bisa menghubungi pihak yang bersangkutan atau menanyakan langsung ke Beacukai di contact center di 1500225, selain itu ada social media kami di Twitter @bravobeacukai atau @beacukaiRI.

Deni juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap pemberitaan barang lelang, barang yang ditahan, transfer sejumlah uang yang mengatasnamakan Ditjen Bea dan Cukai.



Info dan foto: NTMC Polri.
Editor: Dodo.

0 komentar:

Posting Komentar