Jumat, 02 November 2018


BALAI Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) melarang warga Tengger di kawasan Balai Besar untuk melakukan aktivitas di 4 kilometer (KM) dari puncak Mahameru Gunung Semeru.

"Untuk masyarakat disarankan tidak melakukan aktivitas 4 kilometer dari puncak. Dikhawatirkan awan panas yang sewaktu-waktu bisa terjadi," kata Kepala BB TNBTS John Kenedie, Kamis (1/11).

John mengatakan, dalam empat hari terakhir dilaporkan awan panas keluar dari puncak Mahameru. Status Gunung Semeru sendiri sampai saat ini masih level II atau wasapada. Pendakian juga dilarang mendekati puncak, hanya sampai Kalimati.

"Disarankan pendakian sampai Kalimati. Bagi masyarakat yang bermukim di dekat bantaran sungai Besuk Bang, Kembar, Kobokan dan Besuk Sat, harus selalu waspada terhadap bahaya banjir. Dikhawatirkan di puncak terjadi hujan lebat," ujar John.

Berdasarkan pantauan Balai Besar TNBTS letusan asap teramati 2 kali. Yakni, letusan warna asap putih-kelabu tinggi asap hingga ketinggian 200 sampai 400 meter. Asap condong ke arah barat.

"Gunung Semeru masih sering batuk-batuk dan sering mengeluarkan awan panas. Masyarakat diimbau waspada dan para pendaki dilarang terlalu dekat dengan puncak," tandasnya.



Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Adit.

0 komentar:

Posting Komentar