Kamis, 01 November 2018


HARI pertama diterapkannya penindakan sistem Elektronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau tilang berbasis CCTV, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya baru bisa memberikan tilang hanya kepada kendaraan berplat B. Bagi kendaraan luar Jakarta yang melanggar, akan diberikan tilang manual oleh petugas di lapangan.

“Jadi untuk plat yang di luar pelat B, untuk E-TLE ini masih belum terekam karena ini berkaitan dengan data kendaraan, data kendaraan databasenya yang pelat B ada di saya. Kalau yang non B saya tidak punya,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf di kantornya, Kamis (1/11).

Bagi kendaraan di luar plat B yang melakukan pelanggaran di kawasan penindakan dengan sistem E-TLE, akan dilakukan tilang manual oleh petugas di lapangan.

“Oh kan ada polisi di lapangan (jika pelanggaran bukan plat B), kan sudah diberitahukan, jam sekian ini. Kendaraan B sekian atau mungkin S, atau L atau apa itu yang Non B, diberitahukan oleh anggota di lapangan. Kan ini hanya beberapa titik. Dan ini pergerakan ini (kendaraan) ke titik yang lain ya” ungkap dia.

Kendati demikian, lanjut Yusuf, jika sistem E-TLE berhasil diterapkan di Jakarta maka tidak menutup kemungkinan tahun depan semua data kendaraan yang melanggar E-TLE bisa dilakukan penindakan secara elektronik.

“Tahun depan kita akan connect dengan Korlantas. Korlantas punya semua data kendaraan di Indonesia. Insha Allah (tahun depan diluar plat B bisa ditindak),” beber Yusuf.

Seperti diketahui, per hari ini, Kamis (1/11) Ditlantas Polda Metro Jaya resmi menerapkan sistem E-TLE setelah dilakukan uji coba selama satu bulan. Yusuf mengatakan sistem tersebut dinilai efektif karena terbukti mampu mengurangi pelanggar lalu lintas.

“Kemarin (uji coba) efektif dari mulai pertama kali, minggu pertama kurang lebih ratusan ya. Kemudian minggu kedua turun bahkan terakhir kemarin sampai terjadi penurunan signifikan. Ini menandakan bahwa masyarakat sudah mengetahui di situ ada kamera. Kamera CCTV sehingga mereka waspada dan tertib,” ujar dia.

Dengan sistem E-TLE diharapkan tingkat kesadaran berlalu lintas masyarakat selama mengendarai kendaraan bisa meningkat. Ketertiban berkendara diharapkan tidak hanya di kawasan penindakan E-TLE tapi di semua ruas jalan.

“Budaya tertib ini adalah salah satu budaya yang harus kita tingkatkan untuk membantu ketertiban lalu lintas di Jakarta. Karena salah satu penyebab dari kemacetan, kecelakaan, pelanggaran lalu lintas karena ketertiban ini,” tandas Yusuf.



Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Ibnu.

0 komentar:

Posting Komentar