Kamis, 08 November 2018

ANGIN puting beliung mengamuk di wilayah Lombe tepatnya Desa Walando dan Kelurahan Watulea, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Rabu siang, (7/11) sekira pukul 14.00 WITA.

Beberapa menit paska mendapat laporan dari salah satu pegawai lingkup Pemda Buteng, dengan sigapnya pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buteng tiba di lokasi. 

Hasil identifikasi yang dilakukan oleh BPBD Buteng, terdapat kurang lebih 17 bangunan terdiri dari rumah Camat Gu Amir, rumah warga lainnya dan Masjid Baital Maqdis alami kerusakan atap. Selain itu, sepanjang beberapa meter pagar besi bertiang beton milik SMAN 1 Gu ikut rubuh.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Buteng, Syahar ibnu Isnain, S.Pi., M.Si saat dikonfirmasi di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan bangunan yang mengalami kerusakan.

"Saat ini hasil pendataan kami sekitar 17 rumah yang sudah melapor, dan bisa jadi masih akan bertambah," kata dia.

Ia menambahkan, hingga sejauh ini masyarakat yang terkena dampak bencana angin puting beliung tidak perlu dievakuasi dikarenakan keadaan masih terkendali.

"Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, hanya kita masih menghitung kerusakan-kerusakan ini untuk menjadi bahan kita untuk disampaikan ke Pemerintah daerah dan BNPB pusat," tambahnya.

Diungkapkan pula, BPBD Buteng telah melakukan pendataan terhadap beberapa warga yang menjadi korban.

"Selanjutnya kami akan serahkan kepada Bupati Buteng terkait langkah apa yang akan diambil paska kejadian ini," ungkap Syahar.

Warga setempat, Halimu (40) yang menyaksikan langsung kejadian tersebut saat dikonfirmasi awak Faktual.net, mengaku panik bercampur rasa takut saat melihat atap dapurnya diterbangkan angin.

"Saya bergegas keluar dari rumah dan melihat angin yang berputar kencang berada diatas atap rumah dan melalap atap rumah saya, seterusnya berpindah ke rumah ibadah (Masjid, red) dan merobohkan tiang penyangga pada masjid tersebut," ulasnya.

Tampak sebagian atap rumah Camat Gu, Amir yang terlepas akibat dilalui angin puting beliung.

Camat Gu, Amir saat ditemui dikediamannya di Desa Walando mengaku kaget saat menyaksikan angin puting beliung yang merusak sebagian atap rumahnya.

"Tadi saya kaget juga saat lihat atap rumah dia terbang terputar-putar sampai di jalan raya sana, untung tidak kena orang, kalau kena orang bisa putus lehernya, tidak lama habis tercungkil atapnya rumah kemudian turun lagi hujan deras, akhirnya dirumah ini jadi bocor dan basah lantainya," akunya. 

Tak hanya itu, Ruhana (43) yang berdekatan rumah dengan Camat Gu ketika dikunjungi sempat juga mengaku kaget melihat atap rumahnya terangkat dan terbawa putaran angin puting beliung hingga sejauh ratusan meter.

"Tadi pas saya dengar bunyi saya keluar, saya kaget lihat atap rumah semua terangkat dengan kayu-kayunya padahal kayunya ini pakai kayu ulin, dia bawa sampai di hutan-hutan sana, jauhnya sekitar 200 meter dari sini, habis itu angin dia angkat lagi bangsal baru dia banting disamping rumah ini, untung tidak kena orang," pungkasnya.

Warga yang tertimpa musibah ini juga sangat berharap agar Pemerintah daerah dapat memberikan sentuhan bantuan bagi warga korban angin puting beliung. 



Info dan foto: www.faktual.net.
Editor: Ibnu.

0 komentar:

Posting Komentar