Kamis, 08 November 2018


POLISI memburu dua lelaki yang menjual 63 mortir aktif ke pangkalan rongsokan di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.

“Ciri-ciri mereka sudah kami ketahui,” ujar Kapolsek Cipondoh Komisaris Sutrisno, Kamis (8/11).

Menurut Sutrisno, penjual adalah dua laki-laki yang menggunakan mobil losbak warna hitam. Satu orang berusia sekitar 37 tahun yang mengenakan pakaian seperti pegawai proyek. Sedangkan satu lagi berusia sekitar 35 tahun mengenakan pakaian lengan panjang gelap. “Menurut informasi kedua orang itu berkeliling dan berpindah pindah tempat,” kata Sutrisno.

Sutrisno mengatakan, polisi membutuhkan keterangan dari dua orang itu untuk mengetahui asal muasal mortir yang mereka jual. “Apakah ada unsur kesengajaan yang menjual, barang mereka dapat dari mana, karena kalau dari pembeli atau pemilik rongsokan awalnya tidak tahu jika yang dia beli adalah mortir,” katanya.

Dafir pemilik pangkalan rongsokan itu, kata Sutrisno, mengetahui jika dalam empat karung tersebut berisi mortir setelah mengeluarkan barang tersebut. Terkait keterangan penjual jika mortir itu berasal dari galian jalan di wilayah Citra Raya Tangerang, Sutrisno memastikan hal itu tidak benar. “Sudah kami cek tidak ada itu, masak galian tanah sebanyak itu,” ujarnya.

Arteleri aktif itu ditemukan di lapak milik Dafir 37 tahun.  Dafir mengaku membeli barang tersebut dari dua orang yang tak dikenal pada 6 November lalu. “Penjual dua orang datang  dengan mobil kijang kapsul losbak warna hitam” kata Dafir.

Saat transaksi, kata Dafir, barang berbahaya itu dimasukan dalam empat karung. Beratnya 220 kilogram. “Harga perkilonya Rp 4.600,” kata dia.

Mortir yang dibeli Dafir terdiri dari 57 buah berukuran panjang 30 sentimeter dengan diameter 9 sentimeter, 3 buah ukuran kecil dengan panjang 21 sentimeter dengan diameter 6 sentimeter, dan 3 buah proyektil dengan panjang 15 sentimeter dengan diameter 3,5 cm. Penjual, kata Dafir, mengaku menemukan mortir itu di galian jalan di Citra Raya, Tangerang.

Sutrisno mengatakan puluhan mortir itu kini telah diserahkan ke Satuan Gegana Polda Metro Jaya untuk dimusnahkan.



Info dan foto: NTMC Polri.
Editor: Ibnu.

0 komentar:

Posting Komentar