Selasa, 06 November 2018


SEJAK 3 November 2018, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat diguncang gempa secara berulang hingga getarannya dirasakan di Kabupaten Mamuju, Kabupaten Polman dan Kabupaten Toraja. Bahkan pada pukul 02 : 35 , Selasa (6/11) kembali diguncang dengan skala 5, 7 SR.

Masyarakat Kabupaten Mamasa, sebelumnya memilih tidur di tenda–tenda dan mengungsi ketempat yang lebih aman menghindari bangunan, lereng gunung dan sungai, seperti yang terjadi di Kecamatan Sumarorong. Sekitar 500 an pengungsi memenuhi Lapangan Kesuma Sumarorong. Mereka meninggalkan Mamasa dengan jarak 45 km untuk mencari perlindungan dari gempa dan isu air bah/banjir bandang karena Tebing Gunung Mambulillin longsor dan dikhawatirkan akan menutupi badan Sungai Mamasa.

Saat ini pengungsi ditampung di Lapangan Kesuma Sumarorong karena penanganan pengungsi lebih terkoordinir jika ditempatkan di satu tempat.

Salah seorang pengungsi bernama Leon alias papa Egi mengatakan, dirinya meninggalkan Mamasa karena panik dengan gempa yang terjadi sekurangnya 8 kali dalam sehari. Leon meninggalkan rumahnya di daerah Karangan Kalua, mengungsi bersama anak istri serta tetangga yang lain untuk mencari perlindungan.

Sementara itu Kapolsek Sumarorong AKP Darius Limbu mengimbau kepada para pengungsi agar tidak segan-segan menyampaikan keluhan kepada petugas posko. Selain itu kapolsek juga mengimbau agar pengungsi menjaga barang barang berharga seperti uang, emas dan lainnya.



Info dan foto: www.beritanasional.id.
Editor: Dodo.

0 komentar:

Posting Komentar