Selasa, 06 November 2018


PIHAK Lion Air Group menginformasikan perkembangan terbaru sehubungan penanganan Lion Air nomor penerbangan JT-610 dengan registrasi pesawat PK-LQP, bahwa tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memberikan konfirmasi hasil identifikasi 13 jenazah, yaitu Rudolf Petrous Sayers (laki-laki), Eka Suganda (laki-laki), Fifi Hajanto (wanita), Hendra (laki-laki), Dede Anggraini (wanita), Vera Junita(wanita) dan Restia Amelia (wanita). Kemudian Eryanto (laki-laki), Reni Ariyanti (wanita), Muhammad Ravi Andrian (laki-laki), Niar Ruri Sunarniat Soegiyono (laki-laki), Sudibyo Onggowardoyo (laki-laki) dan Mito (laki-laki).

Konfirmasi tersebut disampaikan pukul 20.00 WIB, Senin 5 November 2018 setelah adanya kecocokan hasil tes forensik dan ante-mortem dengan data DNA yang sebelumnya sudah diberikan pihak keluarga kepada tim DVI.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pihaknya telah melakukan penyerahan jenazah secara resmi, kepada pihak keluarga melalui upacara yang berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara R. Said Sukanto (RS. Polri). Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Director of Airport Service Lion Air Group, Capt. Wisnu Wijayanto.

Danang menyebutkan, dengan berhasilnya diidentifikasi 13 jenazah tersebut, maka total identifikasi hingga sekarang berjumlah 27. Dimana, pada Minggu 4 November telah berhasil diidentifikasi sebanyak 7 jenazah,diantaranya Dodi Junaidi (laki-laki), Muhammad Nasir (laki-laki), Janry Efriyanto Sianturi (laki-laki), Karmin (laki-laki), Harwinoko (laki-laki), Verian Utama(laki-laki) dan Rohmanir Pandi Sagala (laki-laki).

“Kemudian, pada hari Sabtu 3 November terdapat 3 jenazah atas nama Fauzan Azima (laki-laki), Wahyu Susilo(laki-laki) dan Endang Sri Bagus Nita (wanita). Sedangkan pada Jumat 2 November juga tiga jenazah yakni Chandra Kirana (laki-laki), Monni (wanita) dan Hizkia Jorry Saroinsong (laki-laki). Lalu satu jenazah perempuan bernama Jannatun Shintya Dewi, berhasil diidentifikasi pada tanggal 31 Oktober 2018 lalu,” beber Danang kepada Bursabisnis.id, Selasa 6 November 2018.

Atas nama Lion Air, lanjutnya, Ia mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga dan handai taulan. Selanjutnya, pihaknya akan mendukung hal yang dibutuhkan oleh keluarga, termasuk memberikan uang tunggu kepada keluarga Rp 5.000.000, uang kedukaan Rp 25.000.000 serta uang santunan meninggal dunia sesuai PM 77 Tahun 2011 yaitu Rp 1.250.000.000, ditambah penggantian bagasi menurut peraturan tersebut Rp 4.000.000, namun untuk penggantian bagasi Lion Air akan memberikan Rp 50.000.000.

“Tim DVI POLRI juga masih melaksanakan proses identifikasi mendalam yang melingkupi forensik dan tes DNA,” katanya.

Danang juga menambahkan, bahwa pihaknya tetap melakukan pendampingan kepada keluarga (family assistant) pada setiap posko JT-610. Beberapa manajemen Lion Air hari ini juga berada di posko Cawang, posko RS. Polri, Jakarta Timur dan Tanjung Priok, Jakarta Utara guna memberikan dukungan moril kepada keluarga penumpang, kru serta tim evakuasi.

“Upaya pencarian seluruh penumpang, kru dan pesawat JT-610 yang mengalami kecelakaan, Jumat 29 Oktober lalu di perairan Karawang, Jawa Barat terus dilakukan,” pungkasnya.



Info dan foto: www.bursabisnis.id.
Editor: Dodo.

0 komentar:

Posting Komentar