Senin, 05 November 2018

SALAMUN (36) warga dukuh Cengklik RT 08 RW 01 Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Pati, Jawa Tengah ditemukan sudah dalam kondisi tergantung di rumahnya, Sabtu (3/11). Diduga, dia sengaja mengakhiri hidupnya lantaran depresi yang berkepanjangan.

Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti melalui Kapolsek Tambakromo AKP Haryono mengatakan, diduga korban memang sudah mengalami depresi berkepanjangan. Dugaan itu menguatkan setelah pelaku nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

"Menurut keterangan dari pihak keluarga, korban akhir-akhir ini memang sering diam dan sudah pernah akan mencoba bunuh diri dengan meminum obat. Akan tetapi dipergoki oleh keluarganya," ungkap Haryono.

Dirinya menambahkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Pada saat itu, Sukarti (60) warga Desa Gunung Panti, Kecamatan Winong yang merupakan bibik korban hendak menjenguk korban di rumahnya. Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), pintu kamar korban dalam keadaan terkunci.

Akhirnya, kakak korban, yakni Tuminah (37) mencoba memanggil korban melalui jendela kamarnya. Namun, pada saat itu jendala kamar nampak terbuka. Sehingga, Tuminah langsung melihat korban dari balik jendala itu.

"Tuminah melihat korban sudah tergantung di plafon kamar dengan menggunakan kabel listrik. Karena itu, Tuminah langsung memanggil warga sekitar untuk meminta bantuan," imbuhnya.

Selanjutnya, Kaka korban langsung masuk kamar melalui jendala itu untuk membuka pintu dan menurunkan korban dibantu oleh warga sekitar. Karena kondisinya sudah meninggal, pihak kepolisian bersama dengan tim medis dari Puskesmas Tambakromo memeriksa kondisi korban.

"Terdapat luka jeratan di leher korban dengan ukuran 36 cm. Kematian korban dikarenakan jeratan di leher itu hingga korban kekurangan oksigen," tandasnya.



Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Bowo.

0 komentar:

Posting Komentar