Senin, 12 November 2018


KHOLISUL Umam nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Pemuda asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik, Jawa Timur, itu diduga mengalami depresi berat sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui ibu korban. Yakni, Qurrotin (60) yang tinggal serumah dengan korban. Atas kejadian itu, ibu korban kaget melihatnya anaknya meninggal di lantai dua rumahnya.

Saat ditemukan, kondisi korban dalam kondisi tubuh tergantung dengan leher terjerat tali plastik yang diikatkan ke balok kayu penyangga genteng. Korban yang hanya mengenakan celana pendek, tanpa baju dengan kondisi mulut keluar.

Kapolsek Panceng AKP Sholeh Lukman Hadi membenarkan adanya peristiwa gantung diri ini. "Memang benar, anggota ada kasus bunuh diri. Anggota saya sudah meluncur ke lokasi dan melakukan olah TKP serta meminta keterangan sejumlah saksi," ujarnya, Senin (12/11).

Lukman menambahkan, dalam laporannya yang dikirim ke dirinya. Saat itu, ibu korban hendak menjemur nasi bekas. Selanjutnya, naik ke lantai dua langsung kaget melihat anaknya sudah menggantung dengan seutas tali plastik di lehernya.

"Ibu korban lalu berteriak memanggil anaknya yang lain untuk memastikan kondisi korban. Setelah tahu anaknya sudah tewas, ibu korban lalu memberitahukan kepada perangkat desa dan lalu melapor ke Polsek Panceng," tambahnya.

Berdasarkan keterangan dari ibu korban. Sebelumnya, anaknya juga pernah melakukan hal yang sama namun ketahuan keluarganya. Sehingga, korban bisa diselamatkan. "Diduga korban sudah lama mengalami stres berat. Setiap harinya korban kerap kali melamun," ujar AKP Lukman.




Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Bowo.

0 komentar:

Posting Komentar