Jumat, 05 Oktober 2018


WARGA Ubud, Gianyar mengamankan seorang pemuda Made Suandita (24) asal Banjar Bangkelasan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Rabu (3/10). Pemuda ini langsung digiring ke Mapolsek Ubud, karena terbukti minta sumbangan mengatasnamakan sumbangan untuk desa adat.

Kapolsek Ubud Kompol Raka Sugita, menyatakan pelaku Suandita ini beraksi keliling wilayah wisata Ubud. "Pelaku mengaku warga Ubud Kelod, dia meminta sumbangan ke toko-toko di wilayah Ubud Kelod," ujar Kompol Raka, Kamis (4/10).

Kata Kompol Raka, pelaku sudah sering keliling minta sumbangan dengan kedok sumbangan adat. "Waktu kejadian, kebetulan ada warga Ubud Kelod yang dimintai sumbangan. Karena curiga, warga ini menanyakan pelaku," ujarnya.

Pelaku pun kaget karena yang dimintai sumbangan adalah warga asli Ubud. Pelaku akhirnya diamankan warga bersama pecalang desa setempat. Pelaku kemudian diserahkan ke Babin Ubud dan Bhabinkamtibmas Ubud untuk diproses lebih lanjut. Sampai di kantor polisi, pelaku hanya mengenakan celana pendek. Sebagian badannya berhias tato.

Dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku mengakui sempat meminta sumbangan Rp 200.000 di sebuah toko baju merek terkenal. "Hanya saja korban tidak melapor. Korbannya, katanya, tidak mempermasalahkan hal itu," jelasnya.

Oleh karena tidak ada yang dirugikan dan tidak ada pelapor, maka pelaku Suandita selamat. "Pelaku kami lepas, karena tidak ada pelapor," jelasnya. Disinggung mengenai aksi pelaku yang meresahkan dan berulang kali ditangkap, polisi tidak bisa berbuat banyak. "Tidak ada BB (barang bukti, Red) dan korban. Kami tidak berani menahan orang tanpa BB," terang Raka.

Bahkan, saat pendalaman, di beberapa toko yang dimintai uang, pelaku belum menerima apa-apa. "Di toko lain, pelaku belum menerima uang, tapi sudah diamankan warga," ujarnya.



Info dan foto: www.nusabali.com.
Editor: Bowo.

0 komentar:

Posting Komentar