Jumat, 12 Oktober 2018


GEMPA bumi di Situbondo, Jawa Timur, pada Kamis (11/10) dini hari berdampak di Kabupaten Sampang, Madura.

Gempa yang terjadi pukul 01.44 WIB dengan Magnitudo 6.3 ini membuat tembok rumah milik Zaini (45) di Dusun Bettengan, Desa Rabasan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang ambruk.

Kepala BPBD Sampang Anang Djoenaidi, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan akibat peristiwa itu seorang bocah mengalami luka sobek di bagian kaki kanan setelah tembok rumahnya ambruk. Ia adalah Aisyah (10).

“Batu tembok ruang tv keluarga itu ambruk, kena ke putrinya saat ada dibawahnya ketika ada getaran gempa,” ucap Anang dibalik telepon, Kamis (11/10) malam.

Kata Anang, Aisyah saat kejadian gempa tertidur di ruangan tersebut. Maklum, kondisi tembok rumah Zaini dalam keadaan rapuh sehingga mudah ambruk. Kaki kanan Aisyah bukan patah tulang, melainkan kulit betis sobek 4 cm.

“Memang kondisi temboknya rapuh, bahkan tembok lainnya sudah dirobohkan sebelumnya, kita tadi kesana untuk membantu dan sudah ditangani oleh petugas kesehatan dari Puskesmas, besok mau dibawa ke rumah sakit untuk dirontgen apa ada patah tulang atau tidak,” jelasnya.

Anang menambahkan, dalam peristiwa itu hanya Aisyah mengalami luka. Sedangkan, keluarga lainnya selamat. Namun, untuk bangunan rumah masih tetap berdiri hanya satu tembok di ruang tv ambruk.

Tak hanya itu, dirinya berpesan agar masyarakat tetap waspada. Warga diminta tidak panik atas beredarnya infomasi masif terkait adanya gempa susulan. Mengingat, hingga Kamis malam BPBD Sampang belum menerima informasi resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Surabaya.

“Tetap tenang, sampai saat ini belum ada informasi itu, kami akan terus komunikasi dengan BMKG,” pungkasnya.




Info dan foto: www.mediamadura.com.
Editor: Bowo.

0 komentar:

Posting Komentar