Jumat, 05 Oktober 2018


PULUHAN aktivis mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Bali. Aktivis yang menamakan diri Gerakan Rakyat Menentang IMF-World Bank itu memprotes kebijakan yang membatasi aktivitas publik sepanjang gelaran itu berlangsung.

Aksi yang digelar pada Jumat 5 Oktober 2018 pukul 09.30 WITA itu dimulai dengan long march dari Kantor LBH Bali. Koorinator aksi, Dimas menuturkan, aksi demonstrasi untuk memprotes kebijakan penghalangan aktivitas publik tersebut.

Sempat terjadi ketegangan antara demonstran dengan pihak kepolisian yang meminta mereka menggeser titik demonstrasinya. Namun, mahasiswa tetap bertahan di lokasi.

Ada tiga tuntutan yang mereka sampaikan. Pertama, mereka meminta agar dihentikan kebijakan dan regulasi yang memberangus serta mengekang hak rakyat atas kebebasan berkumpul, berekspresi, berorganisasi dan mengemukakan pendapat, khususnya dalam rangka menyikapi pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali.

Kedua, cabut surat Polda Bali nomor B/8012/IX/YAN.2.12/2018/Dit Intelkam. Ketiga, berikan jaminan perlindungan atas pelaksanaan kegiatan masyarakat sipil dalam rangka merespon pertemuan tahunan IMF-World Bank sebagai bentuk penegakan demokrasi.

Dalam aksinya, mereka juga membawa sejumlah atribut dan meneriakkan yel-yel seperti ‘Jokowi-JK Boneka Amerika’, ‘Jokowi-JK Rezim Anti-rakyat, Anti-demokrasi, Anti-rakyat miskin’, Jokowi Fasis’ dan sejumlah yel lainnya. Hingga berita ini diturunkan, sebagian perwakilan diterima audiensi, sementara lainnya tetap menggelar aksi di depan Mapolda Bali.



Info dan foto: www.kabarbali.com.
Editor: Bowo.

0 komentar:

Posting Komentar