Senin, 29 Oktober 2018


SEBUAH pohon pisang di Dusun Mrase, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur ini terbilang langka. Menyusul, pohon pisang milik Suyatno ini memiliki enam buah tandan pisang lengkap dengan enam buah jatuh pisang dalam satu pohon.

Pohon pisang tersebut ditanam Suyanto di area persawahan miliknya yang tak jauh dari rumahnya. "Saya tanam beberapa tahun lalu sehingga ada beberapa pohon pisang yang tumbuh di tengah sawah ini. Yakni sekitar tahun 2001," ungkapnya, Minggu (28/10).

Masih kata Suyanto, bibit pisang tersebut ia peroleh dari saudaranya yang tinggal di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Ada dua orang yang diberi bibit pisang, ia dan temannya. Namun hanya bibit pisang jenis sembot miliknya tersebut tumbuh hingga beberapa pohon dan berhasil berbuah.

"Awalnya ya seperti pohon pisang yang lain, tidak ada keanehan tapi memang berbuah semua. Tapi anehnya, pohon pisang jika ditanam di tengah-tengah lahan tidak bisa tumbuh normal. Tapi kalau ditanam di bagian pojok-pojok sawah, hasilnya bisa tumbuh buah lebih dari satu," ujarnya.

Sekitar tahun 2016 lalu, mulai berbuah banyak. Dan kini, pohon pisang miliknya yang ditanam di bagian pojok sawah terdapat tiga pohon pisang yang berbuah lebih dari satu.  Satu pohon memiliki enam tandan buah dengan enam jantung, sedangkan dua pohon lainya memiliki tiga dan dua tandan buah dengan tiga jantung.

"Dulu sempat, malah berbuah 8 tandan buah dengan 8 jantung dan semua tandang pisang tersebut matang semua. Pisang tersebut dikonsumsi bersama dengan keluarga dan dibagikan ke tetangga. Tapi karena akhir-akhir ini angin cukup kencang jadi daun tanaman pisang menjadi rusak dan beberapa batang tandan putus," tuturnya.

Meski demikian, ia tidak pernah mengambil pusing dalam fenomena tersebut. Hanya saja, ia menduga adanya pisang bercabang ini karena faktor genetik. Suyanto menambahkan, bila masyarakat ada yang berminat menanam pisang ini, dirinya tak segan-segan memberikan bibit pisang tersebut.




Info dan foto: www.beritajakarta.com.
Editor: Bowo.

0 komentar:

Posting Komentar