Rabu, 10 Oktober 2018


RATUSAN tenaga honorer kategori 2 (K2) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah kembali menggelar aksi di depan Kantor Bupati Kudus, Rabu (10/10). Mereka mempertanyakan usulan permohonan penambahan kuota honorer K2 ke Menpan RB yang diusulkan pemerintah Kabupaten Kudus.

Dari pantauan, ratusan K2 itu melakukan orasi di gerbang masuk Kantor Bupati Kudus. Mereka membawa spanduk tulisan kegelisahan K2 di Kudus. Selanjutnya mereka mendesak masuk ke Kantor Bupati Kudus Kabupaten Kudus ketemu Bupati dan Kepala BKPP Kudus.

Sururi Mujib saat melakukan orasi mengatakan kedatangan para K2 ini untuk menagih janji surat pengusulan permohonan penambahan kuota honorer K2 kepada Menpan RB. Sebab hingga sekarang belum ada kejelasan oleh pemerintah Kabupaten Kudus.

“Untuk itu kami menagih janji BKPP, Setda Kudus. Kami menagih surat permohonan kuota CPNS,” katanya saat orasi.

Selain surat permohonan, para K2 ini juga menagih janji pemerintah sebelumnya. Ia menilai pemerintah yang lama banyak yang mengingkari janji. Bahwa pemerintah Era Musthofa menjanjikan sebelum sebanyak 225 diangkat PNS, tidak akan mengusulkan formasi umum.

“Kami nagih komitmen tidak akan mengusulkan CPNS sebelum sebanyak 225 K2 di Kudus menjadi CPNS.  Ternyata jalur formasi seleksi CPNS tahun 2018 di Kudus untuk formasi umum lebih banyak dari pada formasi K2,” lanjutnya.

Untuk itu K2 meminta komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus. Terutama pemerintah yang baru untuk memperhatikan nasib pada K2 di Kudus.

“Sudah sekian tahun K2 di Kudus mengabdi untuk negara. Namun apa, janji-janji pemerintah hingga sekarang belum ada,” ungkapnya.

Senada juga disampaikan Yuli Rohayati salah satu K2 di Kudus. Ia mempertanyakan akomodir sebanyak 225 K2 menjadi PNS. Namun hingga sekarang belum kunjung ada kejelasan.

“Untuk itu kami melakulan aksi kedua. Kami menanyakan surat Menpan RB yang telah dikirim oleh pemerintah Kabupaten Kudus,” jelasnya.




Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Ibnu.

0 komentar:

Posting Komentar