Kamis, 11 Oktober 2018


MASIH ada kondisi sekolah khususnya Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang rusak parah dan memprihatinkan. Kondisi ini seperti yang terjadi di SDN 05 Pasirranji, Kecamatan Cikarang Pusat.

Bangunan kelas yang berlokasi di Kampung Cimahi, RT 002/006, Desa Pasirranji dan berjarak sekitar 3 kilometer dari pusat Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bekasi atapnya berlubang dan plafonnya rapuh sehingga dikhawatirkan menimpa murid yang tengah belajar.

Meskipun atap ruangan kelasnya berlubang, pelajar di sekolah tersebut tetap melakukan aktivitas belajar mengajar di kelasnya.

Kerusakan itu terdapat di ruangan kelas 1, kelas 2, kelas 3, ruang guru dan kepala sekolah (Kepsek), atap ruang tunggu orang tua siswa dan atap kamar mandi.

“Sekolah kami dibangun tahun 2002. Hingga kini belum pernah mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah. Padahal kami selalu mengajukannya dalam setiap kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) maupun menggunakan proposal kepada pihak dinas terkait,” ujar Kepala Sekolah SDN 05 Pasirranji, Masitoh.

Menurutnya, kondisi ini diperparah jika hujan turun. Pasalnya, air hujan langsung masuk ke dalam kelas dan murid-murid terganggu saat belajar. Apalagi yang di ruangan kelas Ill, gentingnya sampai berlubang.

“Di kelas 1 terdapat 23 siswa, kelas ll tedapat 29 siswa dan kelas III terdapat 20 siswa,” ucapnya.

Dia berharap pemerintah dapat segera memperbaikinya agar anak-anak dapat belajar dengan nyaman tanpa resah ketika turun hujan. ”Di ruangan guru juga atapnya berlubang. Kalau hujan airnya langsung membasahi berkas-berkas,” kata dia.

Menanggapi hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi mengatakan baru bisa diperbaiki tahun depan.

“Pada prinsipnya soal perbaikan sekolah itu kita tidak bisa menentukannya sendiri. Tapi hal itu melibatkan dari Bappeda, Disdik dan dewan melalui proses musyawarah,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Jamaludin.

Meski demikian, lanjutnya, ada beberapa sekolah yang sifatnya mendesak untuk segera diperbaiki sehingga akan dimasukkan ke Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019. “Seperti SDN 05 Passiranji. Sekolah ini segera kita perbaiki dan tim saya sudah turun ke lapangan,” ucapnya.

Selain sekolah tersebut, ada beberapa sekolah Iainnya yang mendesak untuk direhab dan sudah diperjuangkan agar dapat segera diperbaiki melalui APBD 2019. Contohnya seperti SMPN 1 Muaragemobong, SDN Sirnajaya 02 dan beberapa sekolah Iainnya

“Sekolah-sekolah yang mendesak untuk diperbaiki itu telah kami anggarkan tahun depan. Dan pasti kami perbaiki,” tegasnya.




Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Adit.

0 komentar:

Posting Komentar