Jumat, 26 Oktober 2018


KANTOR Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang diserang oleh pengunjuk rasa salah satu partai yang tidak terima karena tidak lolos proses verifikasi.

Dalam aksi unjuk rasa itu terlihat dua anggota Komisioner KPU Pandeglang Ahmadi dan Munawar terpaksa diamankan anggota kepolisian ke mobil barakuda karena pengunjukrasa makin anarkis. Sekitar 150 personel dari Polres Pandeglang mengamankan jalannya aksi unjuk rasa.

“Simulasi yang tadi dilaksanakan itu skenarionya ada salah satu dari partai pisang yang tidak memenuhi syarat. Intinya kalau memang betul itu terjadi (unjuk rasa) Polres Pandeglang sudah siap cara mengamankannya itu seperti apa, sekaligus juga pembelajaran pada personel agar paham apabila ada kejadian seperti ini harus berbuat apa,” kata Kabagops Polres Pandeglang Kompol Andi Suwandi usai memimpin simulasi, Jumat (26/10).

Komisioner KPU Pandeglang, Ahmadi menyampaikan, memang simulasi itu sudah direncanakan oleh Polres Pandeglang untuk mengantisipasi apabila benar terjadi adanya unjuk rasa dari salah satu Parpol atau peserta Pemilu yang tidak puas pasca Pemilu 2019 mendatang.

“Memang sebelumnya sudah direncanakan oleh Kapolres Pandeglang terkait dengan pengamanan Pemilu, jadi sebenarnya memang gedung KPU dan Bawaslu memang rawan demontrasi terutama nanti pasca Pemilu, jadi ini hanya simulasi,” ujarnya.



Info dan foto: www.bantennews.co.id.
Editor: Adit.

0 komentar:

Posting Komentar