Jumat, 05 Oktober 2018


SEORANG buruh tebang pohon kelapa asal Banjar Kesimpar Kawan, Desa Kesimpar, Kecamatan Abang, Karangasem, I Wayan Kari Gomboh, 67, tewas mengenaskan akibat terjatuh dari pohon kelapa, Kamis (4/10) pagi. Musibah maut yang merenggut nyawa Wayan Kari Gomboh terjadi di depan warung milik keluarga I Nengah Bakuh, 64, di Banjar Kesimpar Kelod, Desa Kesimpar.

Saat musibah terjadi, Kamis pagi sekitar pukul 07.30 Wita, korban Wayan Kari Gomboh naik pohon kelapa setinggi 25 meter. Karena pohon kelapa cukup tinggi, korban rencananya akan memotong batang pohon ini dua kali. Pertama, memotong pohon kelapa di bagian tengah pada ketinggian 12 ameter. Selanjutnya, korban berencana memotong bagian pangkal pohon kelapa tersebut.

Seorang warga Banjar Kesimpat Kelod, I Nyoman Gede Letod, 46, yang kebetulan berada di olokasi TKP saat kejadian, mengatakan korban Wayan Kari Gomboh awalnya memanjat pohon kelapa menjulang tinggi tersebut dengan mengikatkan tali di tubuhnya. Setelah berada di pertengahan pada ketinggian 12 meter, korban langsung melakukan pemotongan batang pohon kelapa.

Dalam sekejap, batang potong kelapa bagian atas terpotong dan langsung tumbang. Naas, saat batang bagian atas tumbang, terjadi goyangan hebat. Korban Wayan Kari pun tak tahan dengan goyangan tersebut, hingga pegangannya terlepas. Buruh penebang pohon berusia 67 tahun ini langsung terpental jatuh setinggi 12 meter. Tubuhnya terpental masuk ke dalam selokan.

Korban Wayan Kari langsung tewas mengenaskan di lokasi TKP. Musibah maut ini langsung dilapotkan ke Polsek Abang. Begitu mendapat laporan, jajaran Polsek Abang terjun ke lokasi dengan membonceng petugas Puskesmas Abang I, untuk melakukan olah TKP dan memerikan jasad korban. Olah TKP dipimpin langsung Kapolsek Abang, AKP I Nyoman Wiranata.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi TKP, korban Wayan Kari tewas mengenaskan dalam kondisi luka lecet di bagian dahi, patah tulang paha kanan, memar di dada. Selanjutnya, jenazah korban Wayan Kari dibawa ke Puskesmas Abang I untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah diperiksa, jenazah kornban selanjutnya dibawa ke rumah duka di Banjar Kesimpar Kawan, Desa Kesimpar. Sorenya, jenazah korban langsung dikuburkan di Setra Desa Pakraman Kesimpar. Almarhum Wayan Kari berpulang buat selamanya dengan meninggalkan istri tercinta Ni Nengah Raka, 64, serta 5 anak dan 4 cucu.

Terungkap, korban Wayan Kari masih ada hubungan keluarga dengan pemilik pohoan kelapa yang ditebangnya, I Nengah Bakuh. Sehari sebelumnya, Rabu (3/10), mereka janjian di mana korban Wayan Kari diupah oleh Nengah Bakuh untuk menebang pohon kelapa di depan warungnya, dengan bayaran Rp 100.

Hal ini juga diakui pemilik pohon kelapa, Nengah Bakuh. Menurut Nengah Bakuh, dirinya memang meminta jasa korban Wayan Kari yang notabene masih ada hubungan keluarga untuk menebang pohon di depan warungnya. “Pohon kelapa ditebang agar tidak menghalangi warung,” cerita Nengah Bakuh.

Sesuai kesepakatan, korban Wayan Kari langsung mendatangi warung Nengah Bakuh di Banjar Kesimpar Kelod, Kamis pagi. Hal ini juga diakui istri korban, Nengah Raka. "Sesaat sebelum berangkat untuk tebang pohon kelapa, suami saya sempat minum kopi. Saya tidak merasakan firasat apa-apa sebelumnya. Tapi, ternyata suami saya pergi dengan cara seperti ini," ungkap Nengah Raka di rumah duka, Kamis kemarin.

Nengah Raka mengaku sangat kehilangan seorang kepala keluarga yang selama ini jadi tulang punggung nafkah keluarganya. "Selama ini, suami saya kerja keras cari nafkah dengan nanggap sebagai tukang tebang pohon. Walau secara fisik sudah tidak kuat lagi menebang pohon, tetap saja pekerjaan itu dijalaninya. Sebab, pekerjaan itu sudah dijalani sejak lama," ucap Ni Nengah Raka lirih, sesaat sebelum menggelar upacara penguburan.

Sementara itu, Kelian Banjar Kesimpar Kawan, I Ketut Dogag, mengatakan selama ini korban Wayan Kari Gombong memang bekerja sebagai buruh tukang tebang pohon kelapa. “Pekerjaan itu sudah dilakoni sejak lama,” jelas Ketut Dogag yang diamini Kepala Desa (Perbekel) Kesimpar, I Gede Intaran.



Info dan foto: www.nusabali.com.
Editor: Bowo.


0 komentar:

Posting Komentar