Senin, 08 Oktober 2018


WARGA lingkungan RW 02, Pakulonan, Serpong, Tangsel, Banten, menolak rencana pembangunan tempat pengolahan sampah (TPS) Reduse, Reuse dan Recycle (3R) di wilayahnya lantaran khawatir dapat menyebarkan bau busuk dan mengganggu kenyamanan.

“Kami jelas menolak keberadaan atau kehadiran TPS 3R di lahan RW 03 yang dikhawatirkan bakal menimbulkan persoalan baru yaitu bau busuk, keamanan dan kenyamanan tinggal setiap hari,” kata Ny. Diyah, warga RW 02, Kel. Pakulonan, Serpong, Minggu (7/10).

Ia menambahkan, tidak hanya kenyamanan dan ketenangan warga sekitar yang terganggu dengan kehadiran TPS 3R tersebut, lokasi pembangunan yang berdekatan dengan sekolah dasar (SDN Pakulonan 1) juga menjadi salah satu alasan penolakan masyarakat sekitar terhadap rencana pembangunan TPS tersebut.

Hal serupa juga dikatakan sejumlah warga RW 02, Pakulonan. Mereka meminta sejumlah pekerja yang tengah menggali lahan untuk membuat pondasi TPS 3R berhenti bekerja. “Tolong semua berhenti kerja dan jangan dilanjutkan lagi kegiatan pembangunannya,” ujar satu warga meminta beberapa pekerja menghentikan kegiatannya di lapangan.

Heru, warga lainnya mengaku sudah berulang kali menolak rencana itu dengan alasan lahan yang dipakai untuk membangun TPS 3R tidak jauh dari pemukiman warga dan SDN Pakunolan. “Kami menolak adanya TPS 3R tersebut jika Pemkot Tangsel tetap ngotot maka warga siap melakukan aksi demo,” tuturnya geram.

Pemantauan di lapangan, lahan yang telah digali untuk pondasi dan sejumlah besi untuk tiang tampak sudah disiapkan di lokasi tersebut, termasuk papan proyek pembangunan TPS R3. Tercantum kegiatan berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dirjen Cipta Karya.




Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Dodo.

0 komentar:

Posting Komentar