Rabu, 03 Oktober 2018


PEMBATASAN kendaraan melalui ganjil genap kembali diberlakukan di Jalan Benyamin Suaeb, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kebijakan ini kembali diterapkan guna mendukung kelancaran lalu lintas di lokasi tersebut selama Asian Para Games 2018.

Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko mengatakan, diberlakukannnya ganjil genap di Benyamin Suaeb karena di wilayah itu terdapat Wisma Atlet.

“Sama dengan Asian Games, kami ingin memastikan bahwa laju kendaraan yang membawa atlet Asian Para Games 2018 tidak terhambat kemacetan,” ucapnya, Selasa (2/10).

Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto menyatakan, peraturan pelat nomor ganjil genap di Jalan Benyamin Sueb arah tol Jakarta Pusat mulai diberlakukan pada 1 Oktober sampai 13 Oktober.

Beberapa perubahan pemberlakuan ganjil genap menjelang dan selama Asian Paragames, kata AKBP Budiyanto, sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 92 Tahun 2018.

Perubahan perpanjangan kebijakan ganjil genap diberlakukan sejak 3-13 Oktober 2018 menjadi Senin-Jumat pukul 06.00-21.00 WIB (kecuali Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional).

Perpanjangan ganjil genap tidak diberlakukan di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan dan segmen persimpangan terdekat hingga pintu masuk tol dan segmen pintu keluar tol hingga persimpangan terdekat.

BOLEH MELINTAS

AKB Budiyanto menuturkan, pembatasan lalu lintas ganjil genap juga tidak berlaku bagi kendaraan pemimpin lembaga negara seperti Presiden, Wapres, Ketua MPR-DPR-DPD, Ketua MA, Ketua MK, Ketua KY, dan Ketua BPK.

Kemudian, kendaraan pemimpin dan pejabat negara asing, lembaga internasional yang menjadi tamu negara, kendaraan dinas operasional TNI/Polri, kendaraan atlet dan ofisial yang bertanda khusus Asian Para Games.

Selain itu, kendaraan pemadam kebakaran dan ambulans, kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas, kendaraan angkutan umum pelat kuning, kendaraan angkutan barang bahan bakar minyak dan BBG, sepeda motor dan kendaraan yang membawa masyarakat difabel.

Pembatasan ganjil genap juga tidak berlaku untuk kendaraan seperti kendaraan pengangkut uang (Bank Indonesia, antarbank, pengisian ATM) dengan pengawasan Polri.

Sebelumnya Gubernur Anies Baswedan mengatakan, perpanjangan kebijakan ganjil-genap tidak berlaku di dua ruas jalan. Dua ruas jalan yang dia maksud yakni Jalan Metro Pondok Indah dan Jalan Benyamin Sueb.




Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Adit.

0 komentar:

Posting Komentar