Senin, 08 Oktober 2018


MUSIM kemarau yang terjadi di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, tidak hanya berdampak terhadap puluhan desa mengalami bencana kekeringan. Tetapi, beberapa sumur yang menjadi tumpuan untuk kebutuhan mencuci dan mandi warga di kawasan perkotaan juga mengalami penyusutan sumber mata air atau pendangkalan.

Sehingga, warga yang memiliki sumur harus mengali ulang sumurnya untuk dilakukan pendalaman dengan maksud tampungan air di dalam sumur semakin banyak.

"Kita panggil penggali sumur untuk mendalamkan, agar tampungan airnya semakin banyak, karena susutnya air lebih dari separuh," kata Wahyuni (29), salah satu ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Rongtengah, Senin (8/10).

Lebih lanjut Wahyuni menjelaskan, fenomena alam pendangkalan sumur ini jarang terjadi, kemungkinan lantaran musim kemarau tahun ini cukup panjang.

"Kalau sebelum sebelumnya kami tidak sampai mendalamkan sumur hanya memang airnya sedikit berkurang, kami berdoa semoga musim penghujan segera datang," harapnya.

Terpisah, Ahmad Sinol pekerja yang berprofesi sebagai pengali sumur ini menjelaskan, pendangkalan air warga di kawasan kota yang mengunakan sumur rata-rata mencapai 1 meter.

"Selain sumur diperdalam tentunya menambah pipa lebih panjang, karena semua sumur sudah mulai dangkal terutama di area Kelurahan Rongtengah, Desa Pangung, Desa Gunung Madah dan Kelurahan Delepnang," pungkasnya.



Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Dodo.

0 komentar:

Posting Komentar