Senin, 03 September 2018


RATUSAN kepala keluarga (KK) di Banjar Dinas Ngis dan Sembung, Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali mengalami krisis air bersih.

Hal tersebut terjadi menyusul rusaknya mesin pompa air yang selama ini difungsikan untuk mengangkat air menuju reservoar. Warga yang mengalami krisis air hampir seminggu, kini disuplai air oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng.

Suplai air bersih dilakukan BPBD Buleleng mulai Minggu (2/9) pagi sesuai dengan permintaan pemerintah desa setempat. Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Ida Bagus Suadnyana mengatakan krisis air yang dialami Desa Tembok akan disuplai air sampai kondisi kembali stabil dan pompa air yang dimiliki desa sudah diperbaiki.

Di hari pertama suplai air bersih, pihaknya pun menurunkan delapan tangki dengan total 40 ribu liter air bersih untuk menyuplai kebutuhan air bersih 300 KK di Banjar Ngis dan Sembung. “Tim kami tadi sudah turun langsung menyuplai air untuk kebutuhan sehari-hari warga dua dusun. nanti akan kami suplai sampai alat pompanya baik kembali,” kata dia.

Delapan tangki air bersih yang disuplai untuk dua banjar itu, tujuh tangki di antaranya untuk mengisi bak penampungan dan satu tangki dibagikan kepada ratusan warga dusun. Desa Tembok yang selama ini menggunakan sistem perpompaan dalam penyaluran air bersih memang sangat riskan mengalami krisis air.

Selama ini, mesin pompa yang ada, dipakai untuk memompa air dari sumber yang berada di hilir desa dan kemudian ditarik dan dinaikkan ke daerah hulu ditampung di reservoar. Selanjutnya dari reservoar baru dialirkan ke rumah-rumah warga. Belakangan mesin pompa dinyatakan rusak, sehingga tidak ada suplai air menuju reservoar dan berujung pada krisis air ratusan warga.



Info dan foto: www.nusabali.com.
Editor: Adit.

0 komentar:

Posting Komentar