Jumat, 14 September 2018


BADAN Narkotika Nasional Provinsi Aceh meringkus tujuh tersangka pengiriman ganja via Kantor Pos Indonesia Kuta Alam, Banda Aceh, NAD Senin (10/9).

Salah satu tersangka merupakan  Manager Pemasaran Kantor Pos dengan inisial OMS. Tersangka memiliki peran yang besar untuk melewatkan barang haram melalui jasa pengiriman tersebut.

OMS sendiri menerima Rp4 juta jika berhasil meloloskan pesanan barang haram itu.

Seluruh tersangka yang dibekuk BNN memiliki peran masing-masing, ada yang berperan sebagai pemodal, pengangkut, pengemasan, pendukung dana pembelian ganja, dan juga penyedia.

Bersamaan dengan tersangka BNN ikut mengamankan 180 kilogram ganja yang telah di-packing menyerupai barang interior rumah. Barang haram tersebut direncanakan akan dikirim ke Jakarta dan Tangerang.

Salah satu tersangka  HM terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kakinya karena berupaya melarikan diri. HM sendiri berperan sebagai pemodal dan juga bekas pegawai Kantor Pos Kuta Alam. HM menerima keuntungan Rp25 juta untuk setiap aksinya.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Faisal Abdul Naser mengaku telah mengincar para pelaku sejak beberapa hari yang lalu. Aksi pelaku telah tercium oleh aparat dan berhasil digagalkan sebelum pengiriman.

Aksi yang dilakukan pelaku menurut Faisal, merupakan aksi yang kesekian kalinya setelah sebelumnya para pelaku berhasil mengirimkan barang  sebesar 2 ton ke pulau Jawa dan daerah di Sumatera lainnya via kantor pos.

Dalam kasus ini, dua pelaku HM dan OMS memiliki peran yang besar  untuk melewatkan barang haram tersebut melalui kantor pos. Keduanya memiliki koneksi sebagai pekerja di kantor pos.

"Jabatannya memberikan peluang untuk melakukan kejahatan ini," ujarnya.

Selain 7 pelaku, BNN juga tengah mengincar dua tersangka lainnya yang dinyatakan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), masing-masing berperan sebagai pemesan dan penyedia.



Info dan foto: www.mediaaceh.co.
Editor: Ferry.

0 komentar:

Posting Komentar