Rabu, 05 September 2018


SEBANYAK 49.188 jiwa warga di Kabupaten Sumbawa masih mengungsi akibat gempa bumi 7.0 SR yang mengguncang NTB pada 19 Agutus lalu. Selain itu, Pemda setempat juga mencatat, gempa tersebut telah menimbulkan korban jiwa sebanyak 7 orang, 684 terluka dan 9.040 unit rumah rusak

Data tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, pada upacara yang berlangsung di halaman kantor Bupati Sumbawa Senin (3/9).

Sekda memaparkan tiga tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama. Selain jumlah korban dan kerusakan yang timbul akibat gempa, juga ditambah dengan 24 unit rumah yang terbakar akibat bencana kebakaran di Pulau Bungin, sesaat setelah gempa terjadi.

Sedangkan untuk sarana sosial meliputi sarana pendidikan, kesehatan dan keagamaan juga mengalami kerusakan sebanyak 230 unit, begitu juga sarana lintas sektor meliputi perkantoran dan perbankan sebanyak 14 unit, dan sarana ekonomi produktif meliputi perdagangan, perikanan dan pertanian sebanyak 54 unit.

Terkait kondisi, itu, Bupati HM Husni Djibril menghimbau agar seluruh masyarakat tidak larut berkepanjangan dalam duka.

“Alhamdulillah, patut disyukuri, masyarakat kita yang terdampak gempa, sudah mulai bangkit dari kesedihannya. Dari hasil pantauan kami di beberapa lokasi terdampak gempa, masyarakat bersama pemerintah kecamatan dan desa sudah mulai bergerak, bahu-membahu, bergotong-royong membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan secara mandiri,” katanya.

Hal ini tentunya akan sangat memudahkan aparat dan pemerintah dalam melakukan berbagai upaya rekonstruksi dan rehabilitasi pasca gempa.

“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa, saya menyampaikan terimakasih yang tulus dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak terutama para donatur, relawan, TNI-Polri, ASN, dan seluruh elemen masyarakat atas kekompakan, kepedulian dan solidaritas yang tinggi dalam memberikan bantuan kepada para korban gempa,” ucap Bupati.

Bupati juga menyinggun soal pelaksanaan Sail Indonesia Moyo Tambora 2018. Sebagai tuan rumah pelaksanaan event besar tersebut, Bupati meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mensukseskan dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang dan terencana, karena selain menyangkut nama baik dan reputasi Kabupaten Sumbawa, juga sebagai ikhtiar bersama dalam rangka mengembangkan potensi pariwisata sekaligus sektor kelautan dan perikanan.

Bupati juga mengajak untuk menggalakkan kembali kegiatan jum’at bersih di lingkungan masing-masing, dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat, termasuk di sungai dan pantai.



Info dan foto: www.kabarntb.com.
Editor: Dodo.

0 komentar:

Posting Komentar