Kamis, 09 Agustus 2018

GEMPA dengan magnitudo 7.0 SR yang mengguncang Pulau Lombok Minggu (5/8) malam, menyisakan trauma mendalam bagi masyarakat, terutama anak-anak yang menjadi korban.

Hal ini dilihat oleh TNI sebagai suatu kondisi yang membutuhkan perhatian khusus. Kondisi mental anak-anak tersebut mesti segera dipulihkan dari trauma atas musibah yang telah mereka alami.

Anak-anak korban gempa bermain dan menggambar di sekolah anak riang gembira yang dilaksanakan TNI untuk pemulihan mental mereka dari rasa trauma akibat gempa

Karena itu puluhan anak-anak korban gempa Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang sedang bermain di Posko Taktis Lapangan Tanjung diberikan pelajaran dan pelatihan menggambar dan mewarnai oleh Tim Psikologi TNI dibawah pimpinan Letkol (L) Mawy U, Kamis 9 agustus 2018.

Menurut Letkol Mawi, kegiatan trauma healing itu dilakukan untuk menghibur dan mengedukasi anak-anak korban gempa sehingga rasa trauma terhadap gempa secara perlahan akan hilang.

"Ini untuk menghilangkan trauma khususnya pada anak-anak dengan mengajak mereka bermain bola dan belajar menggambar maupun mewarnai gambar," jelasnya.

Menurutnya, mulai hari ini selama proses pemulihan psikologi sosial masyarakat, tim TNI akan mendirikan tenda sekolah anak gembira yang dilengkapi dengan mainan sehingga anak-anak akan terhibur dengan sendirinya.

"Semoga dengan kegiatan pendekatan seperti ini secara perlahan bisa memulihkan kondisi anak-anak," tambahnya.

Ditenda Posko Psikologi TNI terlihat pula dari perwakilan Himpunan Psikolog Indonesia (HPI) Bali, Jakarta dan beberapa relawan psikologi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. 



Info dan foto: www.kabarntb.com.
Editor: Adit.

0 komentar:

Posting Komentar