Rabu, 29 Agustus 2018


MUSIM kemarau yang hampir dua bulan belakangan ini melanda, mulai terlihat dampaknya. Beberapa waduk yang ada, debit airnya mulai turun, dimana sampah dan lumut didasar waduk, mulai terlihat.

Pemandangan inilah yang terlihat di Waduk Surilang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (28/8). Kondisi tempat penampungan air ini mulai berkurang sekitar 10 sentimeter dari biasanya. Sampah dan lumut yang ada mulai terlihat memenuhi bantaran waduk yang mulai surut.

Suleman, 43, warga sekitar mengatakan, surutnya waduk mulai terlihat sejak dua minggu kemarin. Akibatnya kotoran yang ada didasar waduk sudah mulai terlihat ditambah lumut yang memenuhi bantaran penampungan air itu. “Lumutnya muncul gara-gara lumpur yang terkena matahari, makanya jadi terlihat lumutnya,” katanya, Selasa (28/8).

Menurut Suleman, sebenarnya waduk Surilang beberapa waktu lalu pernah dilakukan normalisasi dengan ditambah kedalamannya. Namun, musim kemarau ini tetap berimbas pada kondisi waduk yang terlihat airnya surut. “Ya cuma hampir dua bulan ini nggak hujan, makanya surut,” ujarnya.

Dikatakan Suleman, meski kondisi waduk mulai sedikit surut, namun untuk air tanah di lingkungan rumahnya masih aman. Air masih mengalir cukup baik dan bisa di konsumsi untuk kebutuhan sehari-hari. “Ya karena daerah resapan air, makanya air tanah disini aman. Nggak ada istilah kekurangan air bersih,” ungkapnya.

Suleman juga menyebut, keberadaan waduk Surilang selama ini tak membuat sudah warga yang ada disekitarnya. Pasalnya, bak kontrol yang ada masih hidup berfungsi baik bila hujan turun.

“Ya kalau sudah hujan bak kontrol dibuka, itu kan alirannya bisa langsung dibuang ke kali Ciliwung. Jadi wilayah kami tak pernah kebanjiran,” terangnya.




Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Dodo.

0 komentar:

Posting Komentar