Kamis, 30 Agustus 2018

JELANG acara Closing Ceremony atau Penutupan Asian Games 2018 pada Minggu, 2 September mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan akan mengerahkan 9.422 personel gabungan untuk pengamanannya.

"Kami siapkan pasukan sebanyak 9.422 gabungan TNI, Polri dan Pemda. Pemdanya mulai dari Satpol, pemadam kebakaran, ambulans, dan lainnya khususnya untuk quick respon bila terjadi apa-apa," kata Tito usai menyelenggarakan rapat tertutup persiapan penutupan Asian Games di Mapolda Metro Jaya, Kamis (30/8).

Tito menambahkan, fokus pengamanan aparat pada penutupan Asian Games 2018 ada di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Sebab, di Kota di Palembang tidak ada acara penutupan.

"Acara closing paling utama di Jakarta, GBK. Kalau di Palembang tidak ada acara khusus tapi atlet yang ada di sana meski sudah tak bertanding masih banyak yang bertahan di sana. kerasan di Palembang. Jadi hanya sebagian kecil yang pulang, Vietnam saya dengar sudah pulang sehingga panitia akan menyediakan kegiatan sendiri. misalnya musik," papar Tito.

Di sisi lain, Tito menambahkan, dalam acara penutupan berbeda dengan pembukaan. Nantinya selain ada upacara penutupan di dalam GBK, akan ada pasar festival di luar area tersebut.

"Akan banyak pengunjung juga maka kita dari Polri dan TNI serta seluruh teman-teman yang tergabung dalam pengamanan, kita tetap fokus pada masalah yang utama," katanya.

Untuk masalah penutupan Asian Games, Tito menjelaskan ada beberapa permasalahan yang menjadi perhatian seperti terorisme dan kemacetan lalu lintas.

Ia menambahkan, pihaknya sudah menyusun kantong parkir dan pengalihan arus lalu lintas akibat adanya penutupan.

"Kemudian juga waspadai dampak dari kemacetan lalin karena penutupan jalan sekitar GBK. Waspadai gangguan keamanan seperti kejahatan-kejahatan ringan tapi penting seperti copet, jambret, pencurian kendaraan bermotor yang diparkir," pungkasnya.



Info dan foto: NTMC Polri.
Editor: Ferry. 

0 komentar:

Posting Komentar