Senin, 06 Agustus 2018

GEMPA Lombok berkekuatan 7 Skala Richter pada Minggu (5/8) malam menimbulkan kerusakan di beberapa rumah warga dan fasilitas umum (fasum) di Kabupaten Tabanan,Bali. Sekitar 6 rumah dan fasum mengalami kerusakan. Meskipun demikian, dampak gempa tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Informasi awal, bangunan seluas 6 meter x 5 meter di Pasar Baturiti, Desa/Kecamatan Baturiti, ambruk. Sehingga pedagang yang biasa berjualan di bangunan tersebut besok pagi (hari ini) dipastikan tidak bisa berjualan. "Ya, ambruk total genteng dan bangunannya," ungkap Camat Baturiti I Ketut Ridia.

Dikatakan, selain bangunan pasar, ada juga rumah warga yang ambruk akibat gempa. Namun belum disebutkan nama pemilik rumah karena dia harus mengecek ke sejumlah TKP. "Saya tadi cek cepat-cepat. Yang terpantau baru dua rumah warga itu bangunannya roboh," tegas Ridia.

Berdasarkan informasi, rumah milik I Nyoman Sukadana di Banjar Baturiti Kelod roboh di bagian atap. Di Kecamatan Pupuan, tembok dinding gedung serba guna di Desa Kebon Padangan juga ambruk. Namun besarnya kerugian dan lebar dinding tembok ambruk belum diketahui.

Kemudian pagar rumah I Ketut Sukabuwana di Banjar Dimas Paka, Desa Sanda, Kecamatan Pupuan roboh 8 meter dengan ketinggian 8 meter. Rumah I Made Gatot di Banjar Paka, Desa Sanda atap rumah di sandaran dapur juga patah.

Kemudian di Kecamatan Kediri, bangunan berukuran 70 meter persegi tipe 36 milik I Komang Edy di Banjar Dinas Jagasatru, Desa/Kecamatan Kediri, dinding tembok roboh hingga menimpa ke arah selatan bedeng rumah seng milik Kasino di BTN Mawar Indah Blok D. Kerusakan juga terjadi di gedung Rumah Sakit Kasih Ibu yang ada di Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan. Di RS ini plafon jebol tetapi tidak sampai timbulkan korban.

Sementara itu, penghuni Lapas Kelas II B Tabanan panik akibat gempa. Kalapas Kelas II B Tabanan I Putu Murdiana menjelaskan penghuni sempat panik dan ribut karena saat gempa sudah ada di dalam kamar dalam keadaan terkunci. Karena gempa, petugas saat itu langsung membuka pintu yang ada di masing-masing blok dan halaman kantor untuk keselamatan. "Namun kami sudah siapkan petugas yang lengkap saat itu, antisipasi warga binaan kabur," jelasnya.

Setelah situasi sudah kembali kondusif, narapidana diarahkan kembali ke kamar masing-masing. "Petugas kami siagakan terus antisipasi gempa susulan karena bangunan lapas dan blok hunian sudah tua, rentan rapuh, dikhawatirkan tidak mampu bertahan," tutunya.

Direktur BRSUD Tabanan dr Nyoman Susila, menuturkan, pengunjung dan pasien saat gempa juga sempat panik dan keluar dari kamar. Tetapi gempa tidak sampai menyebabkan kerusakan bangunan ataupun pasien yang cedera.

Sementara di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, akibat gempa lampu penerangan padam total. Hingga sekitar pukul 21.01 Wita lampu belum nyala, yang menyebabkan masyarakat masih stand by di luar rumah. "Sudah tidak bisa lihat apa-apa, lampu mati total belum nyala," kata Perbekel Desa Candikuning I Made Mudita.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Putu Trisna Widiatmika, mengatakan memang sudah ada laporan beberapa bangunan dan fasilitas warga yang rusak akibat gempa. Pihaknya sudah melakukan pengecekan di salah satu rumah milik I Nyoman Bambang Edi Susila di Banjar Sema, Desa Kediri.

Sedangkan untuk pengecekan lanjutan akan dilakukan Senin pagi. Sekarang dia dan anggotanya sudah balik dari lapangan. "Besok (hari ini) lanjutkan pengecekan, sekarang stand by di kantor untuk antisipasi gempa susulan. Tetapi mudah-mudahan aman," tandasnya. Di Kabupaten Jembrana. Bahkan, gempa mengakibatkan ambruknya tembok rumah I Wayan Suka, di Banjar Tegal Berkis, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.



Info dan foto: www.nusabali.com.
Editor: Dodo.

0 komentar:

Posting Komentar