Selasa, 28 Agustus 2018


RATUSAN pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa yang sempat diungsikan ke halaman kantor Bupati Sumbawa selama seminggu akibat gempa pada 19 Agustus lalu, sudah dikembalikan ke Sal atau ruang perawatan di rumah sakit sejak Senin 27 Agustus 2018.

“Para pasien dikembalikan keruang perawatan karena kondisi sudah aman dan bangunan masih layak dan aman untuk di gunakan,” ungkap perwakilan BNPB Pusat, Endang Suhendar kepada sejumlah wartawan dilokasi, Senin (27/8).

Proses pemindahan kembali pasien RSUD Sumbawa untuk menempati ruang perawatan di bangunan rumah sakit
Ia menjelaskan, dari hasil evaluasi tim tekhnis Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Sumbawa yang dilakukan belum lama ini. Bahwa bangunan RSUD Sumbawa dinyatakan aman dan masih layak pakai.

Dan dengan hasil evaluasi tersebut, tentunya Pemda sudah bisa memberikan pelayanan kesehatan yang baik dengan mengembalikan pasien ke RSUD Sumbawa. Artinya, infrastruktur bangunan rumah sakit pasca gempa, aman.

”Itu sudah layak untuk ditempati sebagai sarana pelayanan kesehatan,” jelas Endang didampingi Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri, Kajari Sumbawa Paryono dan Kapolres Sumbawa, AKBP. Yusuf Sutejo.

Ia menyatakan masa tanggap darurat sudah berakhir, namun fase darurat masih berjalan. Dan Saat ini masih dalam fase transisi darurat ke pemulihan. Terkait infrastruktur lainnya seperti Puskesmas dan sekolah jika dinilai belum layak, pelayanan masih dilakukan di tenda. Namun yang paling penting dan tetap diupayakan yakni pelayanan selalu optimal.

“Sementara untuk perbaikan fasilitas umum, itu akan dilakukan pasca penanganan gempa. Menginggat Saat ini semua pihak sedang bekerja sejak tiga hari lalu untuk meneliti bangunan fasilitas umum, apakah layak atau tidaknya untuk digunakan termasuk upaya maksimal yang dilakukan oleh pemda dalam hal penanganan korban gempa.” demikian Endang.(JK)




Info dan foto: www.kabarntb.com.
Editor: Bowo.

0 komentar:

Posting Komentar