Senin, 20 Agustus 2018


GEMPA yang menguncang Lombok, NTB, Minggu (19/8) siang pukul 12.10 Wita, menyebabkan longsor tebing bukit di atas Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali.

Selain itu, Gunung Abang di wilayah pegunungan Kecamatan Kintamani, Bangli juga longsor akibat gempa kemarin. Longsor tebing bukit di atas Desa Les menyebabkan kerusakan pipa saluran air 5 kelompok sukbak. Sebuah pondok peristihatan berukuran 3 meter x 3 meter milik warga negara asing di Desa Les juga rusak tertimpa material longsoran berupa batu.

Kepala Desa (Perbekel) Les, I Gede Susila, mengatakan ini untuk kedua kalinya tebing bukit di atas desanya longsor. Sebelumnya, tebing bukit tersebut sudah pernah longsor saat gempa Lombok berkekuatan 7,0 SR, Minggu (5/8) malam. Lokasi tebing longsor ini disekitar Air Terjun Yeh Mampeh, Desa Les.

“Ini longsor susulan, karena saat gempa sebelumnya juga terjadi bencana serupa. Mungkin saat longsor itu ada batu besar yang posisinya sudah miring. Sekarang ada gempa lagi, batu itulah yang jatuh menimpa tebing yang akhitnya ikut longsor. Batunya cukup besar,” terang Perbekel Gede Susila saat dikonfirmasi.

Menurut Susila, pihaknya belum menerima laporan rinci kerusakan akibat longsor saat gempa kemarin siang. Namun, saat longsor pertama, material menimpa pipa milik 5 kelompok subak, selain ada pondok peristirahatan milik warga asing yang ikut kena reruntuhan. “Kejadian sekarang informasinya masih sebatas ada longsor lagi. Kerusakannya belum ada laporan. Kejadian yang pertama baru ada pipa yang rusak karena sudah tertimbun,” katanya.

Susila menjelaskan, 5 kelompok subak di Desa Les yang pipanya rusak selama ini memanfaatkan air dari sumber Yeh Anakan di atas Air Terjun Yeh Mampeh. Pipa berukuran rata-rata 2 dim tersebut rusak parah dan tidak bisa diperbaiki lagi. Pemasangan pipa harus pindah dari lokasi semula, karena tebing yang longsor telah menutup akses menuju sumber air. ”Kalau mau pasang pipa lagi, harus pidah, karena tebing yang longosor itu sudah seperti tembok menutup akses menuju lokasi,” ujar Susila.

Dikonfirmasi terpsiah, Kepala Pelakasana BPDB Buleleng, Ida Bagus Suadnyana, mengatakan pihaknya sudah turunkan tim ke lokasi kejadian longsor di Desa Les. Hanya saja, pihaknya masih menunggu data lengkap kerusakan dari pihak desa untuk penanganan lebih lanjut.

“Tadi siang (kemarin) kita sudah langsung ke lokasi. Kami masih menunggu data lengkap kerusakan akibat longsor tersebut. Yang dilaporkan baru kerusakan pipa milik 5 kelompok subak dan pondok milik warga asing yang rusak. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu,” tandas IB Suadnyana.

Suadnyana mengingatkan potensi gempa yang intensitasnya cukup tinggi belakangan, agar menjadi perhatian warga. Warga diharapkan tetap tenang menghadapi bencana dan segera mencari tempat evakuasi, jika situasi semakin memburuk. “Kami harapkan warag tetap waspada tetapi jangan panik. Kalau situasi tidak mendukung, cari tempat aman,” katanya.

Sementara itu, gempa Lombok kemarin siang juga menyebabkan longsor di Gunung Abang, yang berlokasi di perbatasan Desa Buahan dan Desa Abang Batu Dingding, Kecamatan Kintamani, Bangli. Material longsor Bukit Abang menyebabkan arus lalulintas dari Banjar Dukuh, Desa Abang Batu Dinding-Desa Terunyan-Desa Buahan terganggu.

Perbekel Buahan, I Wayan Suardi, menyatakan tebing di lereng Gunung Abang longsor setinggi 10 meter dengan lebar 4 meter. Ini longsor kedua, karena sebelumnya juga terjadi bencana serupa saat gempa Lombok, 5 Agustus 2018 malam. “Saat longsor akibat gempa pertama, material menutupi seluruh badan jalan. Sedangkan untuk longsor kedua hari ini (kemarin), badan jalan masih bisa dilalui kendaraan,” jelas Wayan Suardi, Minggu kemarin.

Menurut Suardi, lokasi longsor ini cukup jauh dari pemukiman penduduk, sehingga warga cukup aman. Namun, para pengendara diingatkan untuk tetap waspada, karena jalur tersebut masih labil. "Kami bersama petugas Banbinsa dan Bhabinkamtibas terus memamtau lokasi. Kami tetap mengimbau warga untuk selalu waspada," tandas Susila.

Secara terpisah, Camat Kintamani I Wayan Dirgayusa mengatakan material longsor di Gunung Abang akibat gempa kemarin siang akibat gempa menutup sebagian badan jalan. "Warga sudah melakukan evakuasi material longsor. Jalur tersebut masih bisa dilalui, meskipun ada bebatuan yang belum dipindahkan," ungkap Dirgayusa.

Sedangkan Kasi Kedarutan BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa, mengatakan sejauh ini kondisi masih aman, meski di lokasi longsor tanahnya labil. Menurut Agus Sutapa, di sejumlah titik lereng Gunung Abang tidak ada lagi pohon-pohon yang menjadi penyangga yang cukup kuat. "Ini baru prakiraan. Untuk itu kami tetap mengimbau masyarakat lebih berhati-hati. Jika tidak ada keperluan mendesak, agar menjaga jarak dari titik-titik yang rawan," katanya.



Info dan foto: www.nusabali.com.
Editor: Bowo.

0 komentar:

Posting Komentar