Kamis, 30 Agustus 2018


SEBANYAK satu fuso (sekitar 10 ton) pakaian layak pakai sudah lebih dari satu minggu menumpuk di depan gudang logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa Barat.

Pakaian layak pakai itu, menurut Kabid Kedaruratan Logistik (Darlog) BPBD KSB, Hendra Adiwinata, itu dikirim dari Lanud Rembiga Mataram mengunakan satu truk fuso.

Kabid Kedaruratan Logistik (Darlog) BPBD KSB, Hendra Adiwinata menunjukkan bantuan pakaian layak pakai yang menumpuk di gudang setempat

Pakaian-pakaian layak pakai yang dokemas dalam karung dan kardus itu tiba di gudang logistik BPBD KSB sekitar dua hari pasca gemoa 7.0 SR yang mengguncang Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa pada 19 Agustus lalu.

“Tiba di posko kami (BPBD KSB) Rabu 22 agustus. Dikirim dari Lanud Rembiga,” ungkap Hendra.

Pihak BPBD KSB sendiri, kebingungan untuk menyalurkan bantuan pakaian layak pakai itu, karena meski gempa telah menimbulkan puluhan ribu korban mengungsi di KSB namun bantuan pakaian layak pakai tidak terlalu dibutuhkan.

“Kalau dikirim ke Sumbawa dan di distribusikan ke Pulau Bungin yang mengalami kebakaran kami kira lebih tepat. Karena warga disana selain kehilangan tempat tinggal juga kehilangan harta benda, termasuk pakaian akibat kebakaran pasca gempa,” imbuh Hendra.

Sampai hari ini, pakaian layak pakai yang disumbangkan oleh para dermawan dari seluruh Indonesia itu masih menumpuk di gudang logistik BPBD dan belum ada jadwal untuk di distribusikan.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Kalau bantuan logistik, begitu tiba di gudang langsung kami salurkan. Polanya, kami salurkan ke Posko kecamatan dan pihak kecamatan yang mendistribusikan langsung ke Posko – posko pengungsian,” demikian Hendra.



Info dan foto: www.kabarntb.com.
Editor: Ferry. 

0 komentar:

Posting Komentar