Rabu, 11 Juli 2018


SEJUMLAH orang tua murid atau warga yang mengaku miskin dan anaknya tidak lulus masuk ke sekolah lanjutan pertama (SMP) Negeri di Kota Depok mendatangi kantor Balaikota Depok khususnya ke jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

Mereka  mengeluhkan dan meminta penjelasan karena anaknya tidak dapat masuk ke sekolah negeri yang dituju maupun terdekat.

“Kami datang kesini menepati janji kami untuk melakukan aksi demo minta kejelasan kaitan PPDB tahun 2018 tingkat SMP N yang sangat merugikan warga miskin,” teriak Ny. Tuti, warga Tapos,  Depok, Rabu (11/7).

Apalagi ada informasi bahwa jalur non akademik yang seharusnya dipergunakan untuk warga miskin banyak yang dipergunakan oleh oknum tertentu termasuk adanya kerjasama antara jajaran TNI, Polri, Kejaksaan dan lainnya di Kota Depok.

Seharusnya, lanjut Tuti, mereka yang mampu tidak perlu lagi menggunakan jalur khusus agar anaknya masuk ke sekolah yang dituju. Berikan hak kepada warga miskin yang memang tidak memiliki uang untuk anaknya melanjutkan di sekolah swasta.

“Kami datang untuk menanggih janji kaitan penerimaan siswa miskin melalui PPDB tahun 2018. Hampir setiap tahun selalu saja muncul kasus sepeti ini,” ujarnya kesal.

Kedatangan warga pendemo dengan berbagai poster dan spanduk di halaman parkir Gedung Perpustakaan, Balaikota Depok  Jl. Raya Margonda, Depok  sejak pagi hari. Mereka langsung mendapatkan pengawalan ketat jajaran satpol PP Depok dan Polres Depok sebelum melakukan aksi demo.



Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Ibnu.

0 komentar:

Posting Komentar