Jumat, 20 Juli 2018

WARGA di sekitar makam Sunan Giri tiba-tiba kaget saat pohon asam yang diperkirakan berusia 400 tahun tumbang. Akibat kejadian tersebut, para peziarah yang hendak naik ke atas terhalang. Pasalnya, pohon asam yang tumbang itu separuhnya menghalangi jalan para peziarah. 

Menurut saksi mata Fuad Zein (45) warga Desa Sunan Giri, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur menceritakan kejadian pohon yang tumbang itu berlangsung pagi tadi saat para peziarah masih sepi. Tiba-tiba tidak angin maupun hujan. Pohon asam yang berdiri di sisi utara pintu makam Sunan Giri langsung tumbang. Sehingga, mengagetkan warga sekitar makam. 

"Saya kaget tiba-tiba pohon asam tersebut tumbang mungkin akarnya sudah tua. Beruntung saat kejadian tidak ada warga yang melintas," ujarnya kepada wartawan, Jumat (20/07). 

Untuk mengevakuasi pohon asam itu, warga akhirnya menelpon Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik. Beberapa saat kemudian petugas BPBD datang sambil membawa dua alat gergaji mesin. Pasalnya, diameter lingkaran pohon asam yang tumbang itu memiliki ukuran 3 meter. Sehingga, diperlukan dua alat pemotong selanjutnya dipotong-potong sebelum dievakuasi. 

"Diameter pohon asam yang tumbang itu cukup besar ditambah tingginya mencapai 12 meter," tutur Pegri petugas BPBD Gresik. 

Ia menambahkan, saat dirinya dan petugas lainnya sedang melakukan pemotongan. Namun, pemotongan tersebut belum berjalan tuntas karena dua mesin gergaji yang digunakan mesinnya kepanasan karena harus memotong lingkaran pohon yang cukup besar. 

"Tidak menutup kemungkinan untuk melakukan evakuasi pohon yang tumbang itu diperlukan waktu satu hari jika tidak ada kendala," tambahnya.



Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Bowo.

0 komentar:

Posting Komentar