Rabu, 25 Juli 2018


KASI Tata Kelola dan pelayanan Usaha PPP Bajomulyo Drianto Widiatmoko mengimbau kepada para nelayan agar waspada terhadap gelombang tinggi. Mengingat, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari Badan meteorilogi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait gelombang tinmggi tersebut.

“Kami mendapatkan laporan untuk sepekan ke depan. Selain gelombang tinggi juga ada potensi angin kencang akibat adanya awan gelap,” terang Drianto.

Gelombang tinggi itu diperkirakan terjadi pada Minggu (22/7) hingga Sabtu (28/7) mendatang. Tinggi gelombangnya pun diakui cukup bervariasi mulai dari 1,25 meter hingga ada yang mencapai enam meter. Hal itulah yang dinilai penting diperhatikan oleh para nelayan saat melaut mencari ikan.

“Seperti pada Selasa (24/7) ini dari laporan yang kami terima ada potensi tinggi gelombang antara empat hingga enam meter di perairan Bengkulu, perairan barat Lampung, selat Sunda bagian selatan, perairan selatan pulau Jawa, perairan selatan Bali, perairan Lombok, dan Perairan pulau Sumbawa. Saat itu juga ada potensi menimbulkan angin kencang,” terangnya.

Peringatan itupun juga dikatakannya telah diinformasikan kepada awak kapal yang hendak melaut. Sehingga diharapkan para nelayan tidak memaksakan diri saat terjadi potensi gelombang tinggi.

Imbauan terkait kewaspadaan pun turut diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sanusi Siswoyo. Dia  menambahkan, masyarakat khususnya nelayan diharapkan dapat selalu memperhatikan update cuaca dan gelombang dari BMKG.

“Ketika memang terjadi potensi gelombang tinggi, kami berharap nelayan dapat sementara waktu mencari tempat berlindung seperti di pulau-pulau kecil yang tentunya lebih aman,” tutupnya.



Info dan foto: www.murianews.com.
Editor: Bowo.

0 komentar:

Posting Komentar