Selasa, 17 Juli 2018

SEJAK 2001, jembatan semi permanen yang membentang di atas aliran Sungai Cidurian tak tersentuh perbaikan. Saat ini, jembatan yang menghubungkan Kampung Kedondong dengan Kampung Bojong Lo, Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, itu kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

Setiap hari jembatan tersebut dilalui warga untuk menyeberang, baik dengan berjalan kaki, bersepeda motor atau mengendarai mobil. Warga berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan yang memiliki panjang sekitat 70 meter dengan lebar sekitar 3 meter tersebut.

Lantai jembatan hanya berupa susunan bilah kayu yang sebagian sudah lapuk. Demikian pula besi penyangganya sudah berkarat. Warga mesti ekstra hati-hati melintas jembatan tersebut, terutama yg mengendarai mobil. Jembatan itu sedikit bergoyang saat kendaraan melintasinya.

Habib, warga Desa Mekarsari, mengaku‎ seringkali melihat dan membantu mobil yang bannya terperosok ke dalam lubang jembatan saat menyeberang.

"Beberapa kayu jembatan itu memang sudah lapuk. Jadi lewatnya memang harus pelan-pelan, apalagi mobil kadang- kadang ada yang sampe kejeblos bannya, tapi alhamdulillah belum sampai ada yang jatuh," ujarnya, Selasa (17/7).

Ia menuturkan, jembatan  ini   dibangun warga secara swadaya. Namun sampai saat ini jembatan itu belum pernah mendapat perbaikan ataupun sentuhan pemerintah. 



Info dan foto: www.bantennews.co.id.
Editor: Ferry.

0 komentar:

Posting Komentar