Senin, 16 Juli 2018

SEJAK satu bulan terakhir ini jembatan penghubung antardesa dan juga antarkecamatan yang berada di Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur ambruk dan belum ada perbaikan hingga Senin (16/7).

Hal itu membuat akses warga yang akan melalui jalan penghubung antara Kecamatan Montong dengan Kecamatan Parengan, Tuban itu terhambat. Selain itu, akibat rusaknya jembatan membawa satu korban jiwa yang terperosok ke dalam jembatan yang putus tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, jembatan yang berada di tengah hutan itu mengalami putus dan ambruk pada satu salah sisinya. Diduga jembatan itu ambruk lantaran usia yang sudah tua dan menjadi satu-satunya penghubung terdekat antara Desa Parangbatu dan Desa Wukirharjo, Kecamatan Parengan.

"Ini putusnya sudah sekitar satu bulan, Mas. Dan beberapa hari lalu ada pengendara motor yang terperosok dan meninggal dunia juga," ungkap Ridho (30), salah satu warga Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan.

Sebagai pengganti jembatan yang putus itu, telah dibuatkan jalan darurat dengan dilakukan pengurukan pedel sekitar jembatan dengan panjang 4,5 meter itu. Jika tidak melalui jalan darurat itu, warga harus memutar melalui desa lain dengan jarak sekitar 5 sampai 6 kilometer.

"Harapannya jembatan ini supaya segera dilakukan perbaikan. Supaya akses jalan ini lancar," harap warga lainnya.

Sementara itu, UPTD Pekerjaan Umum Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban menyatakan bahwa pihaknya juga telah melakukan survei di lokasi jembatan itu. Pihaknya telah memasang rambu-rambu dan pembatas supaya tidak ada korban lagi.

"Jembatan sudah kami tutup dan dipasang rambu-rambu. Ini karena faktor usia jembatan sudah tua," ungkap Budi, Kepala UPTD Pekerjaan Umum Kecamatan Parengan saat dikonfirmasi terkait dengan putusnya jembatan tersebut.  



Info dan foto: www.beritajatim.com.
Editor: Dodo.

0 komentar:

Posting Komentar