Senin, 11 Juni 2018

PULUHAN calon penumpang pemilik kenderaan, yang berencana mudik ke Pulau Kabaena menggunakan jasa angkutan KMP Madidihang melaui pelabuhan Feri di Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara pada hari Minggu (10/6), terpaksa harus menunggu jadwal kapal selanjutnya, karena batal berangkat.

Dari sekian yang batal berangkat, sudah ada yang mengantongi tiket penyebrangan, namun karena alasan kapasitas kapal yang tidak sanggup menampung semua pemudik, sehingga para pemegang tiket itu terpaksa harus mencari penginapan untuk menunggu jadwal kapal yang akan datang.

Darmawan, calon penumpang yang hendak menuju Pulau Kabaena, mengaku kecewa dan menyesalkan pelayanan di Pelabuhan Fery. Sebab menurut dia, mestinya Dinas Perhubungan (Dishub) Bombana, pihak Kementrian Perhubungan (Kemenhub), serta pihak PT ASDP, menyiapkan solusi untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan penumpang.

"Rawan kalau begini terus, bisa bisa akan kacau, dan herannya kenapa tahun ini parah sekali," katanya.

Kemudian, lanjut Darmawan, pihak pelayanan di Pelabuhan Fery harusnya  tegas dalam mengatur calon penumpang, dengan tidak mengizinkan calon penumpang yang tidak memiliki tiket masuk kedalam kapal.

"Terus terang kita sangat kecewa dan menyesalkan pelayanan di Pelabuhan ini, tadi saya perhatikan, ada penumpang yang naik tapi tidak memiliki tiket, sedangkan yang memiliki tiket tidak bisa naik, ada apa dengan pelayanan di pelabuhan feri ini," katanya, dengan nada marah.

Sementara, Rusdar SE, Penanggungjawab Pelabuhan Feri dari Dishub Bombana yang dikonfirmasi terkait ini, menjelaskan jika, batalnya berangkat beberapa calon penumpang pemilik roda dua dan roda empat semata mata diakibatkan karena kapasitas kapal yang tidak memadai.

Solusi yang dapat ditempuh, lanjut dia menjelaskan, pemerintah sudah saatnya memikirkan untuk penambahan armada atau mengganti kapal Feri yang lebih besar kapasitasnya.

"Itu solusinya," ucap dia dengan singkat, saat ditemui di Pelabuhan, sesaat setelah kapal berangkat.

Rusdar menambahkan, untuk tiket penumpang yang tidak memiliki kenderaan, sesuai dengan kapasitas yang telah disiapkan.

Namun saat ditanya berapa jumlah kenderaan roda dua yang dapat dimuat KMP Madidihang, Rusdar mengaku belum mengkoordinasikan hal itu, dan baru mengetahui jumlah kapasitas KMP madidihang untuk penumpang yang tidak memiliki kenderaan dan roda empat.

"Kalau roda empat, itu maksimal sepuluh, roda dua belum diketahui, kalau penumpang standarnya kemarin saya diberi tau, kurang lebih Sembilan puluh orang," pungkasnya.

Pantauan Media, setelah berangkat kapal, puluhan calon penumpang yang batal berangkat, menyerbu loket pembelian tiket untuk menukar mengembalikan tiket dan mengambil kembali uangnya. 




Info dan foto: www.suaraindependent.com.
Editor: Amril. 

0 komentar:

Posting Komentar