Rabu, 27 Juni 2018


PARTISIPASI pemilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018-2023, tinggi, ini terlihat dari meriahnya warga yag datang ke TPS wilayah Tambun Selatan, Rabu (27/6) pagi.

“Alhamdulillah sampai jam segini (08:00) sudah 30 persen pemilih yang hadir,” ujar Hermizal , Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) 36 RW 010 Mangunjaya. Hal serupa juga terjadi TPS 30 RW 010 Mekarsari, perumahan yang sebelumnya sering sepi saat ada kegiatan Pilkada.

Beberapa warga yang semangat ke TPS mengaku datang ke TPS sekalian halal bilhalal. “Ah soal nyoblos biasa aja. Yang penting bisa kumpul dengan tetangga dan sekakian lebaran,” ujar Nasrudin, tokoh masyarakat yang jarang di rumah karena sibuk mengurus perusahaannya.

Nasrudin, warga RT 010/010 Mangunjaya, sambil menunjukkan jari tangannya belepotan tinta pemilu mengatakan, “Nyoblos sambil ibadah dan  silaturahmi,” jelas Nasrudin.

Sementara itu para Ketua KPPS mengaku kahawatir Pilkada sepi karena  minimnya sosialisasi yang dilakukan panitia kecamatan dan kelurahan. “Kami saja baru dapet pengarahan tiga hari sebelum hari H,” ujar Hermizal.

Ramainya lokasi TPS dimanfaatkan sejumlah pedagang menjajakan usahanya . “Lumayan ada yang bawa anak-anak jadi ada pemasukan,” jelas Mudin, pedagang mainan anak-anak.



Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Ibnu.



Pemilih Ramai Datangi TPS, Jadi Ajang Halal Bihalal


PARTISIPASI pemilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018-2023, tinggi, ini terlihat dari meriahnya warga yag datang ke TPS wilayah Tambun Selatan, Rabu (27/6) pagi.

“Alhamdulillah sampai jam segini (08:00) sudah 30 persen pemilih yang hadir,” ujar Hermizal , Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) 36 RW 010 Mangunjaya. Hal serupa juga terjadi TPS 30 RW 010 Mekarsari, perumahan yang sebelumnya sering sepi saat ada kegiatan Pilkada.

Beberapa warga yang semangat ke TPS mengaku datang ke TPS sekalian halal bilhalal. “Ah soal nyoblos biasa aja. Yang penting bisa kumpul dengan tetangga dan sekakian lebaran,” ujar Nasrudin, tokoh masyarakat yang jarang di rumah karena sibuk mengurus perusahaannya.

Nasrudin, warga RT 010/010 Mangunjaya, sambil menunjukkan jari tangannya belepotan tinta pemilu mengatakan, “Nyoblos sambil ibadah dan  silaturahmi,” jelas Nasrudin.

Sementara itu para Ketua KPPS mengaku kahawatir Pilkada sepi karena  minimnya sosialisasi yang dilakukan panitia kecamatan dan kelurahan. “Kami saja baru dapet pengarahan tiga hari sebelum hari H,” ujar Hermizal.

Ramainya lokasi TPS dimanfaatkan sejumlah pedagang menjajakan usahanya . “Lumayan ada yang bawa anak-anak jadi ada pemasukan,” jelas Mudin, pedagang mainan anak-anak.



Info dan foto: www.poskotanews.com.
Editor: Ibnu.

0 komentar:

Posting Komentar