Jumat, 29 Juni 2018


PROSES evakuasi orang gila atau Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGJ) yang telah dipasung hampir tiga bulan di rumahnya di Dusun Sangkurio Kelurahan Mamunyu Kabupaten Mamuju oleh Dinas Sosial Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat bekerjasama LSM dan instansi terkait, pada Kamis, (28/6) malam, sempat mengalami kesulitan karena pasien mengamuk.

"Saya tidak mau dibuka. Saya tidak mau pergi, istriku sedang hamil, siapa nanti yang jaga dan kasi makan istriku, tidak pernah saya dapat sumbangan. Kalau ada yang buka ini, saya bunuh!" kata pasien marah.

Tim evakuasi akhirnya meminta bantuan parat Kepolisian karena lelaki pengidap gangguan jiwa yang sebelumnya dikenal berporfesi sebagai operator senso dan diakui sangat kuat oleh warga sekitar terus menerus mengancam dan menolak dilepas untuk dirujuk ke RSJ di Makassar.

"Selain mengancam akan mencelakai siapa pun yang akan membuka balok kayu yang memasung kakinya, luka pada kakinya yang sudah sangat parah juga menjadi pertimbangan kami sehingga pasien harus ditangani secara hati-hati." kata Ibu Rusnani, aktivis LSM yang menangani proses evakuasi.

Menurut pihak keluarga, luka pada kaki lelaki yang memiliki empat anak tersebut memang sudah sangat parah akibat beregesekan dengan balok kayu karena sering mengamuk.

"Selama dipasung, upaya pengobatan dan perawatan luka juga sulit dilakukan karena setiap lukanya diperban, selalu dia buka sendiri. Bahkan lukanya sengaja dia digosok-gosok," kata salah seorang keluarga dekat.

Akhirnya setelah ditangani sejumlah aparat kepolisan, menggunakan mobil ambulans pasien bisa dievakuasi ke Rumah Sakit Daerah Mamuju dengan pengawalan ketat dari keluarga dibantu aparat kepolisian. Pasien kemudian diberangkatkan ke Makassar menggunakan mobil ambulance untuk selanjutnya menjalani perawatan.



Info dan foto: www.gepeji.com.
Editor: Bowo.

0 komentar:

Posting Komentar