Selasa, 12 Juni 2018


JIKA anda melewati jalan poros Kontumere-Lamayo, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), anda akan disuguhkan pemandangan bak berada di ‘kebun pisang’.

Pasalnya, dua pohon pisang ditanam persis di tengah ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Muna dengan Buton Tengah tersebut.

Alasan warga melakukan hal ini karena mereka kesal melihat kondisi jalan rusak. Alhasil, mereka nekad menanam tanaman di jalur yang jadi hilir mudik kendaraan antar kabupaten.

“Ini jalan kalau musim kemarau seperti padang pasir, musim hujan seperti sawah,” tutur Sahrir (21) warga di lokasi tak jauh di mana pohon pisang ditanam, Selasa (12/6).

Menurut mahasiswa Universitas Halu Oleo itu, kondisi ini sudah sering menjadi jualan politik saat menjelang Pilkada atau Pilcaleg. Dimanfaatkan oknum untuk memperoleh simpati masyarakat. Namun, tak ada juga perbaikan.

“Kita juga dulu dijanji mau diperbaiki. Banyak yang janji politik. Jadi ini jalan korban politik,” kata Sahrir.

Hal itu juga diakui warga lainnya, Opik. Karena sudah bosan dengan janji-janji pembenahan, ia mengaku pasrah.

“Kita mau apa. Kita tunggu saja di Pilgub ini. Siapa tau yang menjadi gubernur bisa melirik jalan ini,” tuturnya.



Info dan foto: www.penasultra.com.
Editor: Bowo.

0 komentar:

Posting Komentar